KPI Jateng Konsisten Perjuangkan Kaum Hawa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERKOLABORASI: Sekretaris Wilayah KPI Jateng Hanifah Muyasarah, diterima oleh Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKOLABORASI: Sekretaris Wilayah KPI Jateng Hanifah Muyasarah, diterima oleh Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Beberapa program pemerintah yang tidak tepat sasaran atau terjadi penyelewengan dan kasus kriminalitas yang menjadikan wanita sebagai korban, menjadi fokus pekerjaan dan pengawasan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jateng.

Sekretaris Wilayah KPI Jawa Tengah Hanifah Muyasarah, mengatakan, hal tersebut sesuai dengan visi dan misi KPI, yakni terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis dan beradab. Sementara untuk misi yang dilakukan ada enam di antaranya adalah, agen perubahan, membela hak-hak perempuan dan kelompok yang dipinggrirkan, kelompok pendukung sesama perempuan, pemberdaya hak politik perempuan. ”Selain itu misi kami sebagai kelompok pengkaji, pengusul, penekan untuk perubahan kebijakan,” katanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, kemarin.

Dia menambahkan, saat ini banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan dan belum bebas dari tekanan. Ironisnya lagi, masih banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran. Di antaranya masih banyak warga miskin yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan, raskin, bantuan langsung tunai, dan lainnya. ”Tentu organisasi ini mengawasi berbagai permasalahan tersebut yang visinya hampir sama dengan media massa,” tukasnya.

Sebagai sebuah lembaga yang mengayomi, KPI Jawa Tengah memiliki 13 cabang di kabupaten/kota. Di antaranya, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Demak, Jepara, hingga Cilacap dan Rembang. 13 cabang tersebut mewadahi delapan kelompok kepentingan yakni perempuan nelayan, perempuan petani, perempuan buruh, lansia, disabilitas, pelajar dan mahasiswa, hingga para pekerja seks komersial. ”Untuk Kota Semarang ada tiga balai pendampingan yang terletak di Kemijen, Lamper, dan Mangkang dengan fokus pekerjaan mendampingi perempuan, hingga pendampingan dengan contoh kasus pedagangan wanita hingga eksploitasi anak,” tandasnya. Dirinya berharap, dengan adanya KPI Jateng ini kasus-kasus yang merugikan masyarakat terutama perempuan bisa berkurang. (den/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -