Polisi dan Disperindag Lacak Beras Plastik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TES BERAS: Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, saat mengetes keaslian beras dengan merendam di dalam botol berisi air. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES BERAS: Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, saat mengetes keaslian beras dengan merendam di dalam botol berisi air. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peredaran beras plastik atau sintetis terus diwaspadai. Kemarin (25/5), aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang bersama petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah agen beras dan pasar tradisional di Kota Semarang.

Sidak dilakukan oleh dua tim yang menyisir di Semarang bagian timur dan Semarang bagian barat. Puluhan petugas gabungan tersebut sekitar pukul 13.30 langsung melakukan pengecekan di sejumlah agen beras baik di pasar tradisional maupun di sejumlah toko.

Kali pertama, petugas gabungan melakukan sidak di toko beras Mulyo milik Harta, 38, di Jalan Suyudono 97 B Semarang Selatan. Sejumlah petugas langsung melakukan pengecekan terhadap sampel beras yang dijual di agen tersebut. Namun petugas tidak menemukan indikasi adanya beras plastik di agen tersebut.

Dewi Suciati, 25, pemilik Toko Beras Pak Tani di Jalan Abdulrahman Saleh No 189 Semarang Barat juga tak mampu menyembunyikan ekspresi kaget. Sebab, saat ia sedang sibuk melayani pembeli, tiba-tiba didatangi puluhan petugas. Namun ia mengaku tidak khawatir. Sebab, kios miliknya dijamin tidak ada beras plastik. ”Di sini beras asli. Tidak ada beras plastik. Kami selalu melakukan pengecekan secara teliti,” katanya di sela-sela sidak, kemarin.

Ia mengaku sering ditanya oleh sejumlah pembeli apakah ada beras plastik atau tidak. Namun ia bisa memastikan bahwa beras dagangannya adalah beras asli. ”Biasanya dilihatin dulu oleh calon pembeli. Lalu saya minta cek sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, isu beras plastik yang belakangan beredar cukup meresahkan masyarakat. Namun hal itu tidak memengaruhi omzet penjualan. ”Soal penjualan tetap normal-normal saja, tidak memengaruhi omzet,” katanya.

Begitu pun di toko beras Dela Mas Jalan Untung Suropati Semarang. Petugas gabungan juga tidak menemukan indikasi adanya peredaran beras plastik. Para petugas melakukan tes dengan cara mengambil sampel beras lalu dimasukkan ke dalam botol yang berisi air. Jika beras tersebut terindikasi beras plastik, maka beras tersebut akan mengambang. Namun beras-beras yang diteliti tak satu pun terindikasi adanya beras plastik.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, mengatakan, sidak bersama Disperindag ini untuk menelusuri adanya isu beras plastik yang belakangan meresahkan masyarakat. ”Mengantisipasi peredaran beras yang dicampur plastik. Kami melakukan pengecekan untuk mendeteksi adanya beras plastik tersebut,” ujar Sugiarto.

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan uji keaslian terhadap sampel beras yang dipasarkan di sejumlah agen di Kota Semarang. Hasilnya tidak ditemukan adanya beras plastik. ”Ini sekaligus menjawab, agar masyarakat tidak resah. Di Semarang tidak ada beras plastik,” tegasnya. Pengecekan kemarin juga dilakukan di toko beras CV Makmur Jaya, Toko Sido Makmur Jalan Wonodri Baru, Swalayan Lotte Mart dan Pasar Pedurungan.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan sejauh ini belum ditemukan adanya beras plastik beredar di Jateng. Menurutnya, isu ditemukannya beras sintetis di Kabupaten Wonogiri beberapa waktu lalu belum dapat dipastikan kebenarannya. ”Beras ini sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi masyarakat. Karenanya, kami telah membentuk tim khusus yang secara diam-diam melakukan penelusuran di pasaran,” ungkapnya.

Ganjar menambahkan, pembentukan tim khusus itu agar kondisi pasar tetap tenang. Selain itu, jaringan penjual beras sintestis dapat terungkap. Menurutnya, jika memang ditemukan adanya beras plastik di Jateng, pihaknya akan segera menelusurinya hingga tuntas. ”Saya berjanji akan menelusuri sampai tuntas jika memang ditemukan adanya beras plastik ini,” tegasnya. (amu/fai/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -