PPD, Disdik Pastikan Semua Transparan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CANDISARI – Penerimaan Peserta Didik (PPD) sistem online telah memasuki tahap sosialisasi ke sekolah. PPD online sendiri, akan dibuka secara serentak pada akhir Juni. Pihak Disdik memastikan tidak akan ada permainan belakang dari sekolah.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (25/5). ”Semua sekolah akan meng-upload data dan kuota sesuai dengan kebutuhan siswanya. Jika ada siswa yang diterima namun tidak melakukan pendaftaran ulang, maka hal itu merupakan kebijakan dari sekolah, apakah akan menaikkan nilai yang berada di bawahnya atau bagaimana. Semua kini semakin transparan,” ujar Bunyamin.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo. Menurut Anang, terkait dengan beberapa siswa yang telah diterima namun mengundurkan diri, pihaknya belum memperoleh cara jitu untuk mengontrol hal tersebut.

”Pada PPD online tahun ini sekolah akan meng-upload data kebutuhan siswanya. Jika ada sekolah yang tidak transparan dalam kuota akan kita tindak tegas. Yang sering terjadi, misalnya dari 320 siswa yang diterima, yang tidak daftar ulang itu 6 siswa. Idealnya yang masuk kan nilai di bawah 6 dari yang tidak daftar ulang itu. Nah yang kita masih kesulitan untuk mengontrol hal itu,” ujar Anang.

PPD online kini tengah memasuki proses dan pemenang lelang telah diperoleh. Dikatakan Anang, pihaknya sudah mulai memanggil operator di sekolah yang nantinya diminta untuk membantu jika ada orang tua atau siswa yang ingin mendaftar tetapi tidak bisa menggunakan fasilitas di luar. ”Sehingga harapan kita untuk PPD online tahun ini bisa lebih baik karena evaluasi kita kemarin banyak orang tua yang terjebak saat menghitung nilai tetapi tidak diperhitungkan kuota warga miskin yang 20 persen. Misalnya ada 320 alokasi kemudian anaknya masuk di rangking 300-an. Mereka mikirnya aman, padahal kan dikurangi seperlimanya 320 yang hampir 60 anak. Berarti yang bisa masuk ke jalur umum hanya 260,” katanya.

Permasalahan lain pada PPD sistem online tahun lalu, lanjut politisi Partai Golkar ini, yaitu belum sepenuhnya informasi diberikan secara transparan. Pasalnya, terkait jumlah kuota siswa miskin yang wajib diterima di setiap sekolah tidak dipaparkan secara gamblang pada PPD online tahun lalu. ”Oleh operator tidak dibertahu bahwa terkait kuota warga miskin tidak diberitakan ke publik. Dalam jangka waktu dekat ini komisi D akan mengundang pemenang lelang, sebelum tanggal 28 Juni. Sehingga tidak ada kemacetan ataupun informasi yang tidak transparan seperti itu, yang akibatnya banyak orang tua siswa salah memperhitungkan,” tuturnya. (ewb/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -