Tiga Tersangka Akui Terima Uang dari Pimpinan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TRAFFICKING: Tiga karyawan PT Graha Indrawahana Perkasa (GIP) Cabang Kupang yang merupakan tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat dimintai keterangan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang di ruang tahanan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAFFICKING: Tiga karyawan PT Graha Indrawahana Perkasa (GIP) Cabang Kupang yang merupakan tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat dimintai keterangan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang di ruang tahanan. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG – Tiga karyawan PT Graha Indrawahana Perkasa (GIP) Cabang Kupang yaitu Yuliana Jati, Adriana, dan Pilipus, tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakui telah menerima uang dari Budiarto, pimpinan mereka. Namun mereka tetap bersikeras tidak mengakui kasus trafficking. Namun ketiganya mengaku hanya sebagai karyawan bagian pencatatan dan administrasi.

Hal tersebut diuangkapkan tersangka ketika ditanya jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang di ruang tahanan, Senin (25/5). Dalam pemeriksaan JPU, ketiganya mengakui telah menerima uang dari pimpinan mereka, Budiarto (tersangka lain). Dengan rincian Yuliana Jati menerima uang Rp 4 juta, Adriana Rp 2,5 juta, dan Pilipus Rp 3 juta.

Kasi Tipidsus Kejari Semarang, Teguh Imanto mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus TPPO dari Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Ketiga tersangka didakwa pasal 4, Pasal 5, Pasal 10 tentang TPPO. ”Selain TPPO, kita sangkakan tentang perlindungan anak juga. Dalam waktu dekat kita limpahkan ke PN Semarang berkasnya,” ujar Teguh.

Teguh menyebutkan, untuk selanjutnya ketiga tersangka dititipkan sebagai tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane dan Lapas Wanita, Semarang. ”Saat ini (Senin), ketiga tersangka dalam keadaan sehat,” katanya.

Sementara itu, tersangka, Yuliana Jati mengaku tidak mengetahui proses perekrutan calon TKI. Ia menyebutkan calon TKI mendapat informasi dari berbagai spanduk yang dipasang. ”Kami hanya karyawan biasa. Kami tidak tahu kalau ternyata ada calon TKI (Tenaga Kerja Indonesia, Red) yang ternyata di bawah umur. Karena kebanyakan mereka tidak membawa KTP,” jawab Yuliana Jati, saat dimintai keterangan JPU, Syarifah.

Dalam spanduk yang sudah dipasangkan kantornya, lanjut Yuliana disebutkan pula negara tujuan seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Selain itu ia dan kedua temanya (tersangka) mengaku hanya sebagai karyawan administrasi. ”Kami juga menjelaskan kerjanya seperti apa di sana (negara tujuan, Red). Tapi semuanya sudah diatur oleh Pak Direktur Utama Sutadi,” katanya. (bj/zal/ce1)

.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -