43 Paket Pekerjaan Terancam Molor

308
PERBAIKAN JALAN : Sejumlah perbaikan jalan mulai dilakukan seperti di Desa Bandar yang merupakan jalan alternatif untuk menuju ke Jogjakarta,kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERBAIKAN JALAN : Sejumlah perbaikan jalan mulai dilakukan seperti di Desa Bandar yang merupakan jalan alternatif untuk menuju ke Jogjakarta,kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG- Lantaran terlambat dalam menyiapkan dokumen lelang, dari 130 paket pekerjaan konstruksi yang seharusnya sudah mulai dikerjakan, hingga Selasa (26/5) siang baru 87 paket yang sudah dilakukan lelang.

Akibatnya 43 paket dipastikan akan molor pekerjaannya. Sebab dari 87 paket yang sudah dilelang baru 40 paket pekerjaan konstruksi yang baru akan dimulai pekerjaannya pada awal bulan Juni mendatang.

Arifiyanto,46, salah satu rekanan di Kabupaten Batang mengaku prihatin dengan lambannya kinerja pada masing-masing SKPD, khususnya SKPD yang mempunyai banyak paket pekerjaan konstruksi besar. Menurutnya jika pada awal bulan Juni, pekerjaan paket konstruksi baru akan dilelang, maka waktu pelaksanaan proyek akan sangat sedikit, dan akan berpengaruh pada kualitas akan pekerjaan tersebut.

“Para rekanan sekarang berpikir ulang dan memilih setiap jenis pekerjaan. Seperti pengerjaan dan perbaikan jalan, harusnya saat ini sudah dimulai. Karena tidak lebih dari 2 bulan sudah dimulai arus mudik. Kalau saat ini lelang saja belum, kapan akan dikerjakan perbaikan jalan tersebut,” ungkap Arif.

Wakil Bupati Batang, Soetadi, menandaskan bahwa pengelola kegiatan konstruksi, yang ada pada SKPD harus memanfaatkan waktu pelaksanaan kegiatan konstruksi secara maksimal. Karena momentum puasa dan lebaran, berpotensi dengan kurangnya intensitas kerja di lapangan.
Menurutnya situasi puasa dan lebaran mempengaruhi aktivitas kegiatan fisik. Sehingga harus diantisipasi oleh pengelola kegiatan konstruksi, sehingga pelaksanaannya selesai sesuai waktu kontrak yang ada.

“Pengelola kegiatan, mulai Pengguna Anggaran, PPKom, rekanan pelaksana, dan konsultan pengawas, agar bisa memanfaatkan waktu yang ada secara maksimal. Khususnya pekerjaan akan perbaikan jalan, agar bisa digunakan pada saat arus mudik mendatang,” jelasnya.

Soetadi juga menandaskan, sesuai data Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Batang, dari 130 paket kontruksi sudah 87 masuk ke Unit Lelang Pengadaan, dan sebanyak 40 paket di antaranya telah menghasilkan pemenang, dengan total nilai kontrak Rp 35 miliar, termasuk perbaikan jalan.

“Saya yakin semua proyek konstruksi berjalan sesuai jadwal. Sebab, problem keterlambatan proyek ataupun penumpukan kegiatan di akhir tahun, sebetulnya ditentukan oleh kedisiplinan atas time schedule kegiatan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Sunarto, menegaskan bahwa Bupati harus menyampaikan semua kegiatan proyek konstruksi secara terbuka, termasuk kendala yang dialami SKPD saat ini.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan, agar warga masyarakat mengetahui pembangunan apa yang sedang dilakukan di Kabupaten Batang saat ini. Sehingga warga tidak selalu melakukan unjuk rasa, terkait adanya kerusakan jalan dan buruknya irigasi. (thd/ric)