Antisipasi Beras Plastik, Sidak di Pasar

322
SIDAK: Petugas Polres Demak dan Disperindagkop memeriksa beras di Pasar Bintoro, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Petugas Polres Demak dan Disperindagkop memeriksa beras di Pasar Bintoro, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Isu peredaran beras plastic masih menjadi persoalan serius bagi setiap daerah. Sebab, beras ini dinilai sangat berbahaya dan bisa membuat orang keracunan. Berbagai upaya dilakukan, untuk mengantisipasi peredaran beras plastic di daerah. Seperti yang dilakukan Polres Demak dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Demak.

Dinas dan Polres terkait, kemarin, melakukan sidak beras di Pasar Bintoro. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi peredaran beras plastik yang telah menghebohkan masyarakat sepekan terakhir. Sidak dipimpin langsung Aiptu Sukardi dari Satreskrim Polres Demak dan Kasi Metrologi Disperindagkop, M Ribat. “Sidak ini untuk menjaga keamanan masyarakat agar tidak semakin was-was,” katanya.

Ribat menambahkan, dalam sidak yang dilakukan tidak ditemukan beras yang tercampur dengan plastik. Pihaknya bahkan mengatakan sejauh ini Demak masih aman dari peredaran beras plasti. “Belum kita temukan beras sintetis. Meski demikian, akan kita lakukan terus operasi di pasar pasar tradisional agar tidak terjadi peredaran beras beracun tersebut,” imbuhnya.

Dia mengatakan, untuk mengetahui atau mendeteksi beras plastic sangat mudah. Diantaranya dengan cara melihat dari warna beras. Jika tekstur beras berwarna jernih atau bening homogen (sama), maka patut dicurigai. Selain itu, beras yang dibeli dapat dicek langsung dengan cara dimasukkan gelas dan didalamnya berisi air. Bila beras tersebut mengapung, maka ada indikasi beras sintetis. Kendati begitu, hasil pasti perlu dibawa ke laboratorium. “Kalau dilab tersebut positif, baru bias dilakukan penindakan,” tambahnya.

Kaspolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengungkapkan, dilakukannnya sidak beras di Pasar Bintoro ini untuk memastikan tingkat keamanan beras yang dijual ke konsumen. Jangan sampai beras plastic yang sepekan menghebohkan masyarakat masuk ke Demak. Sebab berasi ini sangat berbahaya dan bisa membuat orang kecarunan. “Kita lindungi konsumen dari beras plastik,” katanya. (hib/fth)