Bongkar Prostitusi Berkedok Karaoke

600

KAJEN – Prostitusi terselubung di tempat karaoke terbongkar ketika Satuan Sabhara Polres Pekalongan melakukan penggerebekan tempat karaoke di Desa Bebel Kecamatan Wiradesa, Senin (25/5) malam.

Dalam penindakan itu, diamankan enam wanita pemandu lagu (PL), tiga pria hidung belang serta ratusan minuman keras. Kanit Turjawali Sat Sabhara Polres Pekalongan, Aiptu Muklas, mengatakan, indikasi prostitusi tersebut berasal dari ditemukannya alat kontrasepsi dan sejumlah pakaian dalam wanita di dalam room karaoke.

“Saat kami periksa, kami temukan sejumlah barang seperti alat kontrasepsi dan pakaian dalam wanita. Diduga ruangan karaoke telah digunakan untuk prostitusi. Total PL-nya ada enam dan tiga pria yang sedang berkaraoke,” ungkapnya, Selasa (26/5) siang. Sebanyak 9 orang itu akhirnya digelandang ke Mapolres Pekalongan guna dilakukan pembinaan. “Para PL kemudian dibawa ke Pengadilan Negeri Pekalongan. Mereka akan dikenai tindak pidana ringan atau tipiring,” jelasnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubbag Humas Bag Ops AKP Guntur Tri Harjani mengatakan, razia tersebut dimulai dengan membidik miras dari toko kelontong yang ada di Kelurahan Mayangan Kecamatan Wiradesa.

Di beberapa toko kelontong ditemukan total 242 botol miras tanpa izin dijual secara bebas. “Razia ini merupakan langkah dari Satgas Penggelaran Kekuatan Polri yang di bentuk oleh Polres Pekalongan pada bulan April lalu, tujuannya untuk mendukung dan mengikuti program 100 hari kerja Kapolri,” paparnya.

Menurut Tri, razia tersebut diharapkan bisa menekan tindakan kriminalitas. Terutama miras yang menjadi salah satu pemicu terjadinya tindak kejahatan. “Untuk peredaran miras sendiri memang harus dilakukan secara bertahap, karena di wilayah Kabupaten Pekalongan sendiri masih banyak dijual di warung-warung kecil yang menjual miras tanpa izin,” jelasnya. (hil/ric)