Elpiji 3 Kg Langka, Harga Naik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – Langkanya Elpiji 3 kg saat ini di sejumlah wilayah dimanfaatkan sejumlah pihak menaikkan harga eceran gas melon-sembutan Elpiji 3kg-tersebut.

Seperti yang dirasakan Inayati, 36, warga jalan Patimura, Salatiga. Dia kemarin tidak berhasil menemukan penjual gas melon di sekitar tempat tinggalnya. Sejak pagi hingga siang, barulah ia mendapatkan gas dan diperoleh di tempat yang agak jauh dari rumahnya. “Saya kemarin tidak masak, karena tidak ada yang jual gas,” jelas Inayati saat ditemui.

Keluhan mengenai kesulitan untuk mendapatkan gas melon juga dirasakan masyarakat Salatiga lainnya. Banyak keluhan warga Salatiga dan sekitarnya yang jengkel tidak adanya penjual gas, diunggah di jejaring sosial seperti facebook. Saat ditelusur, kelangkaan memang dikarenakan belum adanya pasokan gas. Di pangkalan gas KUD Rukun di jalan Patimura, pihaknya mengakui jika memang belum mendapatkan pasokan. “Kami mendapatkan pasokan dua kali seminggu dan masing – masing 50 tabung. Pasokan terakhir datang Sabtu kemarin dan hingga hari ini belum ada lagi. Sudah banyak masyarakat yang hendak membeli tetapi kami tidak bisa apa – apa karena memang tidak ada pasokan,” jelas Yuli, petugas KUD yang ditemui wartawan, kemarin siang.

Sementara di pinggiran Kota Salatiga, harga eceran malah terbilang mahal. Di Salatiga biasanya dijual dengan harga Rp 17 – 18 ribu per tabung 3 kilogram. Namun di daerah Piji, Getasan, harga jual mencapai Rp 19.500 pertabung. “Ya memang cukup mahal,” terang Tukini, 42, warga Piji saat bertemu wartawan.

Dinas Perindustruan dan Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Salatiga melalui bagian Humas Setda Kota Salatiga belum berhasil dikonfirmasi. “Belum ada jawaban dari dinas terkait mengenai permasalahan ini,” terang Adi Setiarso, kabag Humas Pemkot Salatiga saat dikonfirmasi wartawan, kemarin siang. (sas/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -