Gagalkan Penyelundupan BBM Mentah

353
AMANKAN TRUK : Anggota Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan tiga unit truk tangki yang diduga mengangkut BBM ilegal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMANKAN TRUK : Anggota Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan tiga unit truk tangki yang diduga mengangkut BBM ilegal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI-Dugaan penyelundupan tiga truk tangki bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis calarin atau minyak mentah ilegal, berhasil digagalkan oleh tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Kaligawe Semarang. Aparat menangkap dan menetapkan tiga orang pria berinisial BK, BM, dan SM. Ketiganya kini ditetapkan sebagai tersangka.

Bahan bakar minyak mentah jenis calarin tersebut diambil dari sumur minyak tua yang berlokasi di daerah Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah. Seluruhnya sebanyak 24 ribu liter calarin, yang kini disita oleh tim Polrestabes Semarang untuk dijadikan barang bukti.
“Sampai saat ini (sore kemarin (26/5), red) para tersangka masih kami periksa. Tersangkanya tiga orang, yakni BK, BM, dan SM,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Selasa (26/5) kemarin.

Dijelaskan Burhanudin, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka pada Senin (25/5) lalu. Saat itu, sekitar pukul 14.00, anggota jajaran Polrestabes Semarang memergoki tiga truk tangki, masing-masing bernopol S 8275 UB, B 9171 BFA, dan W 8983 UZ.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tiga truk tersebut memuat bahan bakar minyak mentah berjenis calarin. Selain itu, pengiriman minyak tersebut tanpa memiliki izin alias ilegal. Maka tiga tersangka langsung dimintai keterangan lebih lanjut. “Ternyata mereka membawa minyak jenis calarin tanpa dilengkapi perizinan. Totalnya sebanyak 24 ribu liter,” kata Burhanudin.

Tiga pria tersebut langsung ditetapkan tersangka. Berdasarkan keterangan para tersangka, lanjut Burhanudin, minyak mentah tersebut didapatkan atau diambil dari sumur tua di daerah Cepu, Jawa Tengah. “Sedianya, minyak calarin ini akan diedarkan di Semarang. Ada yang membelinya untuk bahan bakar industri,” terangnya.

Mengenai cairan calarin, Burhanudin menjelaskan bahwa cairan minyak calarin tersebut merupakan minyak mentah. “Namun sudah bisa digunakan untuk bahan bakar,” imbuhnya.

Sedangkan ketiga pria tersebut berperan sebagai sopir. Hingga kini, lanjutnya, pihak Polrestabes Semarang masih mengembangkan keterangan yang diberikan para tersangka, untuk melakukan penelusuran siapa saja yang terlibat dalam kasus penyelundupan calarin tersebut. “Masih kami lakukan pengembangan penyelidikan, untuk mengusut siapa saja konsumennya,” katanya.

Atas penyelundupan bahan bakar minyak mentah jenis calarin tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian kurang lebih Rp 120 juta. “Kerugian itu dihitung dari harga per liternya Rp 5 ribu. Maka kerugian negara adalah Rp 5 ribu dikalikan 24 ribu liter,” beber kapolrestabes.

Lebih lanjut dikatakan dia, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku bahwa BBM mentah tersebut milik sesorang berinisial BS, 41, warga Desa Kenongo Wonosari, Kecamatan Senori, Tuban, Jatim.

“Para tersangka mengaku baru pertama kali melakukan pengiriman. Itu pengakuan dia. Tapi kita tahu lah, ada dugaan telah melakukan pengiriman beberapa kali,” katanya.

Hingga petang kemarin, tim Polrestabes Semarang masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka. Pihak kepolisian mengaku akan terus mengusut kasus penyelundupan bahan minyak mentah berjenis calarin tersebut dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Para tersangka dijerat pasal 53 huruf (b) UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (amu/ida)