Gas Meledak, 4 Jadi Korban

370
DIPERIKSA : TKP rumah tabung gas meledak di Krapyak RT 002 RW 015 Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan masih dipasang Police Line untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
DIPERIKSA : TKP rumah tabung gas meledak di Krapyak RT 002 RW 015 Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan masih dipasang Police Line untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
DIPERIKSA : TKP rumah tabung gas meledak di Krapyak RT 002 RW 015 Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan masih dipasang Police Line untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Tabung gas melon 3 kilogram memakan 4 korban warga Krapyak RT 002 RW 15 Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Salah satu korban yang paling parah adalah Murtani, 55, pemilik rumah dan Kasmuri, 37, pedagang gas yang mengalami lukar bakar sampai 70 persen. Sedangkan kedua anaknya, Hidayat, 30, dan Firman, 23, harus menjalani rawat jalan pada Selasa (26/5) malam.

Dari berbagai keterangan yang dikumpulkan, kejadian bermula saat pemilik rumah Khusnul Khotimah, 50, akan membuat kue pesanan. Namun saat akan menyalakan kompor ternyata gas habis. Kemudian menyuruh anaknya Hidayat untuk mengantinya dengan yang baru.

Kemudian Hidayat mengganti tabung gas ukuran 3 kg yang sudah habis, namun kompor tidak bisa menyala karena gasnya menguap (bocor). Hidayat mencabut selang tabung gas/regulator dan memasukan tabung gasnya ke dalam bak air. Setelah itu dirinya memanggil Kasmuri, 37, yang profesinya tukang antar gas dan biasanya langsung memasangkan juga.

Saat sampai di rumah korban, Kasmuri langsung memasang selang regulator kompor dan tabung gas. Namun saat menyalakan kompor gas, tiba-tiba terjadi ledakan serta melukai keempat korban tersebut yang berada di sekitar kompor gas (di ruang dapur). Hingga ke empatnya mengalami luka bakar di seluruh tubuh, wajah, kaki, serta tangannya. Selanjutnya ke empat korban di bawa dan di rawat di RSU Siti Khotijah Kota Pekalongan malam itu juga.

Dari keterangan warga sekitar, Ali Imron,30, suara ledakan dari rumah korban sangat kencang. “Saat malam kemarin, saya sedang duduk-duduk santai di depan rumah. Tiba –tiba terdengar ledakan besar, saya kira apa, ternyata ledakan gas,” ucap warga yang rumahnya berjarak kurang lebih 50 meter dari rumah korban tersebut.

Hal yang sama diucapkan Misriyah, 60, tetangga depan rumah korban. Dia dan keluarganya mengaku kaget dengan ledakan tersebut. “Saat itu kira-kira pukul 9 malam, kami sudah mau tidur. Anak anak di depan TV, tiba-tiba ada ledakan besar di depan rumah. Saya kira lindu (gempa) ternyata gas meledak,” ucapnya.

“Habis ledakan saat kami keluar, pintu rumah bu Khusnul, sudah jebol, dan terlihat api besar dari dalam rumah, mirip seperti ular besar yang menyambar-nyambar. Kami ketakutan, sampai listrik langsung kami matikan, takutnya ikut terbakar juga. Warga langsung menolong dengan membawa ember air untuk mematikan api,” ucapnya.

Dari pengamatan di lapangan, memang bekas ledakan masih ada. Beberapa barang bekas terbakar ditaruh di luar rumah, sedikit basah karena disiram air oleh tetangga saat memadamkan api. Kasur milik korban juga terlihat terbakar, serta pintu rumah separoh jebol. Rumah juga masih dipasang Police Line untuk pemeriksaan lebih lanjut dari Polres Pekalongan Kota.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Lanus mengungkapkan kejadian tersebut memang berasal dari kebocoran tabung gas. “Dari oleh TKP dan bekas kebakaran kemungkinan dari kebocoran selang maupun regulator dari tabung gas. Barang bukti sudah kami amankan, berupa dua tabung gas, regulator dan selang gas. TKP juga masih kami amankan untuk mencari petunjuk lebih lanjut,” ucapnya, Selasa (26/5).

Kejadian tersebut langsung dimanfaatkan oleh salah satu perusahan penjual regulator dan selang gas untuk mengirim marketingnya keliling daerah tersebut. Tampak di setiap gang, marketing alat tersebut wara-wiri menawarkan alat gas kepada warga. Dengan ikut membawa-bawa kejadian meledaknya gas di rumah Khusnul. (han/ric)