Hendi Beri Kemudahan Pedagang Pasar Johar

387
TETAP DIPERHATIKAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berjanji akan tetap memperhatikan pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran. Janji tersebut ditegaskan saat jalan sehat di Kelurahan Kauman, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
TETAP DIPERHATIKAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berjanji akan tetap memperhatikan pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran. Janji tersebut ditegaskan saat jalan sehat di Kelurahan Kauman, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

KAUMAN-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berjanji akan menyelesaikan persoalan pedagang Pasar Johar sampai tuntas. Bahkan, dia juga memberikan jaminan pedagang bisa berjualan kembali dengan tenang dan nyaman dengan fasilitas yang sesuai harapan pedagang.

“Semoga ada hikmah di balik kejadian ini, sehingga menguatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” tutur wali kota saat berdialog dengan warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, usai acara jalan sehat bersama warga sekitar, Selasa (26/5) kemarin.

Menurutnya, yang telah dilakukan Pemkot Semarang saat ini adalah kebijakan yang membolehkan pedagang berjualan di sepanjang Jalan Agus Salim hingga Lebaran. Dengan toleransi waktu H+7 Lebaran pedagang harus sudah masuk ke tempat yang sudah ditentukan, yakni di lahan sebelah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). “Untuk itu, kami mohon dukungan dan bantuan dari semua pihak termasuk para pedagang untuk menyukseskan semua ini,” harapnya.

Hendi, sapaan akrab wali kota, juga berjanji tak akan mempersulit pedagang untuk berjualan kembali. Karena mereka hanya mengandalkan mata pencaharian berdagang untuk menghidupi anak dan keluarganya. “Kalau menunggu sampai tempat relokasi dibangun, bisa dipastikan pedagang selama 2 bulan tidak bisa berjualan dan ujung-ujungnya tidak memiliki penghasilan dalam kesehariannya,” tandas wali kota.

Karena itulah, sambil menunggu lapak sementara selesai dibangun, imbuhnya, pedagang diperbolehkan berjualan di sekitar Pasar Johar. Seperti sekitar Hotel Metro, Jalan Pemuda, Kantor Pos, Jalan Pandanaran dan sekitarnya. Ditegaskan wali kota, kejadian Pasar Johar adalah murni terbakar karena ada korsleting (hubungan arus pendek) di Toko Pada Suka. “Saya tegaskan di sini, dan ini juga hasil forensik yang dilakukan pihak kepolisian, bahwa Pasar Johar murni terbakar karena korsleting listrik, jadi berita-berita miring tentang dugaan dibakar itu salah. Hiraukan berita itu,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta warga untuk maklum, terkait event dugderan yang sudah menjadi tradisi tahunan di Kota Semarang. “Terkait pertanyan warga tentang pasar dugderan, kami sampaikan tahun ini tidak kami laksanakan. Namun insya Allah dugderannya tetap kami laksanakan meskipun dengan cara sederhana. Tidak ada arak-arakan dari Kantor Balai Kota menuju Kauman, tapi cukup dibacakan pengumuman pemerintah bahwa sebentar lagi mau Ramadan. Setelah itu, pindah ke Baiturahman/ MAJT,” urai wali kota.

Menanggapi usulan Sadimen, warga setempat, terkait pembangunan trotoar di Jalan Agus Salim, wali kota berjanji usai anggaran perubahan, Jalan Agus Salim masuk ke Kauman sampai Wahid Hasim akan diaspal ulang lengkap dengan trotoarnya.

“Hal ini merupakan wujud komitmen kuat wali kota bersama jajaran Pemkot Semarang untuk menyediakan akses publik untuk warga. Termasuk salah satunya melalui pembangunan infrastruktur dan perawatan jalan-jalan yang kondisinya sudah rusak,” tandasnya. (zal/ida)