Penggunaan Identitas Dipermudah

304

PEKALONGAN – Sempat terjadi munculnya calon tunggal pada Pilkada tahun 2010 silam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan mempermudah penggunaan KTP dukungan bagi bakal calon wali kota dalam Pilkada 2015.

Hal tersebut diungkapkan dalam agenda Sosialisasi Pencalonan Perseorangan atau Independen Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan Tahun 2015 di Kantor KPU Kota Pekalongan, Jalan Sriwijaya Kota Pekalongan, Selasa (26/5).

Ketua KPU Pekalongan Basir menyatakan bahwa sesuai persyaratan di KPU, pendukung calon independen atau perseorangan Pilkada tidak harus menggunakan fotokopi E-KTP. “Pendukung bisa menggunakan fotokopi KTP yang digunakan saat ini oleh pendukung. Atau semua jenis KTP baik setelah penggabungan maupun sebelum penggabungan. Juga bisa menggunakan KTP cetak yang berlaku bukan e KTP,” jelasnya.

Basir menjelaskan, dukungan tersebut bahkan berupa surat atau identitas lain. Seperti Kartu Keluarga atau Paspor. Data dukungan harus diserahkan dari 11 hingga 15 Juni mendatang. Sehingga diharapkan dengan peraturan ini dapat mempermudah pemilih dalam menyerahkan dukungannya kepada calon independen Pilwalkot Pekalongan tahun 2015. “Saya berharap minimal nanti bisa ada dua calon Pilwalkot, terutama ada calon independen. Tidak seperti pada tahun 2010 yang sempat muncul calon tunggal saja,” tuturnya.

Dirinya juga bersyukur kini sudah ada dua calon independen yang sudah mengambil formulir pendafaran. Yaitu Anis Rosadi dan Kyi Masduki, mereka juga sudah menyatakan diri siap maju pilkada dengan independen maupun dengan partai.

Namun imbuh Basir, mereka memang harus dapat mengumpulkan dukungan sebesar 8,5 persen atau sejumlah 25.381 dukungan dari warga Kota Pekalongan yang berjumlah 300 ribu, hingga waktu yang ditentukan.

Asisten I Wali Kota Pekalongan Slamet Prihantono, mengatakan pelaksanaan E-KTP di Kota Pekalongan masih belum tuntas sampai sekarang. Sehingga menurut Toto panggilan akrabnya, apabila dalam pilkada mendatang pemilih diharuskan menggunakan E-KTP dikhawatirkan akan terdapat kendala dalam pilwalkot.

“Kami menyadari pelakasanaan e KTP belum tuntas, sehingga tidak semua warga memilikinya. Untuk itu kami permudah dengan bisa menggunakan KTP yang berlaku milik pendukung. Bisa e KTP, KTP cetak, KTP baru maupun lama sebelum dan sesudah penggabungan, serta kartu identitas lain seperti paspor dan Kartu Keluarga,” jelasnya.

Sementara itu salah satu bakal calon independen yang menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, Anis Rosidi siap memenuhi persyaratan yang diwajibkan kepada calon. “Kami siap dengan segala konsukuensinya, baik pengumpulan dukungan yang bertambah, juga persyaratan lainnya,” ucap dosen tersebut. (han/ric)