Perenungan 15 Tahun, Lahirkan Pertunjukan Republik Reptil

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KARYA: Radhar Panca Dahana saat meluncurkan empat buku dan karya pertunjukan teater berjudul "Homo Reptilicus" sekaligus. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA: Radhar Panca Dahana saat meluncurkan empat buku dan karya pertunjukan teater berjudul “Homo Reptilicus” sekaligus. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Bangsa manusia telah kehilangan tanah berpijak. Tanah tempat ia tinggal dan sistem pemerintahan telah dirampas oleh para binatang. Negeri tersebut telah menobatkan diri menjadi republik reptil. Demikian gambaran singkat dalam pertunjukan teater karya Radhar Panca Dahana yang bakal mengguncang Semarang. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

Sekian lama menghilang, sastrawan senior asal Jakarta, Radhar Panca Dahana, bakal memamerkan karya besarnya, yakni meluncurkan sebanyak empat buku dan karya pertunjukan teater berjudul “Homo Reptilicus” sekaligus.

Tentu, ini bukan sembarang karya yang lahir secara tiba-tiba. Empat buku dan pertunjukan teater itu lahir setelah membutuhkan perenungan kurang lebih sejak 15 tahun silam. Pertunjukan teater kolosal “Homo Reptilicus” sendiri melibatkan 40 aktor dan aktris, serta 25 orang kru.

Karya dan sutradara Radhar Panca Dahana ini bakal mengguncang di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang Jalan Ahmad Yani No 144-146 Kota Semarang, pada Kamis 28 Mei 2015, pukul 19.30. Radhar berusaha membawa gagasan inspiratif ketika masyarakat di sebuah negara telah dilanda penyakit mental yang sangat kronis dan berbahaya.

“Ide dan gagasan naskah pertunjukan ini menggambarkan kondisi ketika negara telah dikuasai oleh para binatang. Semuanya, masyarakat, pejabat, maupun sistem negara telah memiliki sifat karakter animalistik. Maka jadilah republik reptil,” ujar Radhar Panca Dahana ditemui Jawa Pos Radar Semarang, di sela persiapan pertunjukan di Semarang, Selasa (26/5).

Dijelaskannya, ide penulisan naskah berjudul “Homo Reptilicus” tersebut terinspirasi dari realitas yang terjadi di negara Indonesia. “Saya melihat, karakter masyarakat kita telah dalam kondisi kronis. Baik liciknya, ganasnya, kelakuannya, semua menyerupai reptil,” terang pendiri Perhimpunan Pengarang Indonesia dan Presiden Federasi Teater Indonesia ini.

Di antara tokoh dalam pertunjukan tersebut bernama BG (Bagus Girang) yang serakah berupaya menggulingkan sang presiden bernama Raung Itibar (RI) dari kursi kekuasaannya. Namun upaya BG tetap saja gagal. “Semuanya hancur. Kalah jadi arang, menang jadi abu,” terangnya.

Ia tak menampik, ide cerita terinspirasi dari sengkarut perpolitikan di Indonesia pasca era reformasi hingga saat ini. Salah satu di antaranya menggambarkan konflik politik Cicak versus Buaya yang masih berlanjut hingga sekarang. “Tidak hanya itu, hampir di semua lini terjadi kerusakan-kerusakan, baik kerusakan kultur, sistem yang busuk, dan mental kronis yang sulit dibenahi,” katanya.

Hal itu disebabkan oleh kapitalisasi yang terjadi di negara ini yang membangun pemerintahan dengan sistem yang kacau balau. “Sistem yang dijiplak dari prinsip negara lain. Jika kapitalisasi meledak, pasar bebas diterapkan, maka korbannya adalah anak cucu kita nanti. Para pejabat hanya menjadi budak-budak sistem politik dan ekonomi. Sejak era reformasi, kita hanya menyaksikan kegiatan yang penuh kepalsuan,” beber pria kelahiran Jakarta, 26 Maret 1965 ini.

Pertunjukan tersebut dikemas dengan konsep modern dan tentu saja siap memberi kejutan-kejutan kepada penonton. Baik dari gebrakan ilustrasi musik, artistik panggung, hingga melibatkan aktor-aktor unggulan, seperti Toto Prawoto, Olivia Zalianti, Merit Hindra, Krisniati, Marchelina, Ria Probo, Andi Bersama, Eko D. Zenah, Unggul Respati dan sejumlah aktor muda berbakat lainnya.

Eksplorasi baru dalam pertunjukan berdurasi kurang lebih 2 jam itu di antaranya menyulap satu panggung menjadi 19 lokasi yang berubah dalam waktu cepat. Di antara setting berada di sebuah penjara, istana, kamar tidur dan lain-lain. Sedikitnya ada 45 adegan yang pergantiannya membutuhkan tempo sangat cepat.

“Pergantian adegan berlangsung cepat, hanya berlangsung kurang lebih 5 sampai 10 detik. Ini kerja cepat,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, tujuan pertunjukan tersebut menawarkan gagasan hingga membaca hal-hal yang subtansial. Ditanya apakah pementasan seperti ini berpengarus kepada para pejabat? Radhar menjawab tidak berpengaruh. “Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Mereka terlanjur bebal,” ujar pria yang pernah menerima Medali Frix de le Francophonie 2007 dari 15 negara berbahasa Prancis.

Selain pertunjukan tersebut, Radhar Panca Dahana juga meluncurkan sebanyak empat buku sekaligus, dalam kesempatan ini. Di antaranya berjudul Kebudayaan dalam Politik: Kritik pada Demokrasi, Manusia Istana, Ekonomi Cukup: Kritik pada Kapitalisme, dan Agama dalam Kearifan Bahari.

“Di dalam buku-buku tersebut, saya menawarkan gagasan bagaimana agar Indonesia bisa mengentaskan diri dari penyakit kronisnya. Di antaranya kembali ke titik nol, yakni didasarkan kepada peradaban bahari. Kalau belajar dari masa lalu, maka lihat Kerajaan Majapahit,” pungkasnya. (*/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -