Ratusan Bebek Mati, Diduga Flu Burung

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WASPADA: Salah seorang peternak bebek mulai mewaspadai ternaknya mati mendadak dengan jumlah yang cukup besar. (Pristyono/Jawa Pos Radar Semarang)
WASPADA: Salah seorang peternak bebek mulai mewaspadai ternaknya mati mendadak dengan jumlah yang cukup besar. (Pristyono/Jawa Pos Radar Semarang)

UNGARAN- Ratusan Bebek di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang dalam dua bulan ini mengalami kematian. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Semarang menengarai kematian bebek tersebut terkena serangan virus flu burung.

“Unggas air seperti bebek, mentok, angsa sudah mulai terkena penyakit jenis flu burung. Seperti di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang dalam dua bulan ini ada ratusan bebek mati. Jika diprosentasi sekitar 30 persen dari populasi masing-masing peternakan,” kata staf Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmafet) Disnakan, Kabupaten Semarang, drh. Asto Kuntoro, Selasa (26/5) kemarin.

Menurut drh. Asto, dari hasil pengamatan di lapangan, kematian ratusan bebek tersebut gejalanya hampir sama dengan penyakit flu burung. Seperti gejala mata memutih, bebek berputar-putar seperti terkena ayan, hingga berakhir dengan kelumpuhan. Setelah ada gejala tersebut menurut drh. Asto, bebek tersebut akan berlanjut pada kematian. “Jika kondisinya seperti itu terindikasi terkena penyakit Flu Burung,” imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Disnakan, Agus Purwoko Jati, setelah mendapatkan laporan adanya kematian unggas, tim reaksi cepat Disnakan langsung melakukan pengecekan di lapangan. Selanjutnya melakukan penanganan penyemprotan kandang menggunakan disinfektan, pencucian dengan diterjen, penjemuran di terik matahari. “Dengan kondisi tersebut, harus diwaspadai. Termasuk melakukan upaya sosialisasi pada masyarakat tentang bagaimana penanganan dan penanggulangan penyakit unggas. Antara lain dengan melakukan pembersihan kandang, menerapkan bio security dan vaksin secara rutin,” pungkasnya. (tyo/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -