Ratusan Kades Siapkan 5 Tuntutan kepada Jokowi

352
SAMPAIKAN ASPIRASI : Ketua Apdesi Kabupaten Semarang sedang memeriksa persiapan bis yang akan digunakan untuk berangkat ke Jakarta. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
SAMPAIKAN ASPIRASI : Ketua Apdesi Kabupaten Semarang sedang memeriksa persiapan bis yang akan digunakan untuk berangkat ke Jakarta. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

TENGARAN—Ratusan kepala desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Semarang, Selasa (26/5), berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi unjuk rasa kepala desa se-Jawa dan Bali menuntut revisi Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014. Pemberangkatan ratusan kepala desa dibagi menjadi 2 bagian. Yaitu dari Sruwen dan Pabelan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pemberangkatan 2 bus di mulai dari Terminal Sruwen. Beberapa kades sudah menunggu di terminal. Sekitar pukul 15.20, bus pertama berangkat menuju Kecamatan Pabelan, untuk menjemput kades daerah Bringin, Pabelan dan Bancak. Memang tidak semua hadir dalam pemberangkatan tersebut. Tapi diperkirakan peserta demontrasi dari Kabupaten Semarang mencapai ratusan orang.

Rencananya, Apdesi akan melakukan 5 tuntutan, yaitu percepatan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. PP ini berfungsi untuk pelaksanaan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan desa. Aturan tersebut berisi syarat dan masa jabatan kepala desa, sumber anggaran desa, dan ketentuan pengelolaan keuangan desa.

Kemudian, kepala desa meminta percepatan pencairan dana desa sebesar Rp 1 miliar, yang sampai sekarang hanya turun sebesar Rp 94 juta. Juga, mereka meminta agar pemerintah pusat tidak menarik tanah bengkok menjadi aset milik negara. Dan pemerintah segera melaksanakan nawa cita yaitu 9 agenda prioritas program Jokowi-Jusuf Kalla, membangun dari desa.

Kepada wartawan, Tarsono Ketua Apdesi Kabupaten Semarang mengatakan, ratusan kades dari Kabupaten Semarang akan bergabung dengan 8.000 kepala desa dari Jawa Tengah. Kabupaten Semarang memang hanya menyediakan 2 bis. Tapi di Brebes menyediakan sampai 16 bis.“Beberapa kepala desa menunggu di pinggir jalan. Tidak semuanya berkumpul di Sruwen,” katanya.

Ditambahkan, rencananya nanti, seluruh kepala desa akan berkumpul di depan Masjid Istiqlal. Dengan rincian tiap daerah, Jawa Tengah, 8.000 orang. Jawa Timur 6.000 orang dan Jawa Barat 1.000 orang. Setelah beristirahat di Istiqlal kemudian menuju ke istana negara.
Sebelumnya, kemarin (25/5) ratusan kepala desa se Kabupaten Semarang berkumpul di Kantor Desa Pabelan, melakukan rapat persiapan aksi demonstrasi di Jakarta. Tarsono Kepala Desa Tegalrejo Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sekaligus koordinator memimpin rapat dengan kesepakatan pemberangkatan melalui dua Sruewn dan Pabelan. (abd/zal)