Sembilan Pelaku Ditangkap

485
GELAR PEKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fierando Andriansyah mengintrogasi para pelaku judi togel dan judi dindong di halaman Polres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PEKARA: Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fierando Andriansyah mengintrogasi para pelaku judi togel dan judi dindong di halaman Polres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Polres Kendal terus mengores peredaran judi. Meski sudah berkali-kali dilakukan operasi, nyatanya peredaran dan penjualan kupon judi toto gelap (togel) masih terjadi. Terbukti dari operasi jajaran reskrim polres Kendal yang berhasil menangkap sembilan pejudi togel. Para pelaku dibekuk dari berbagai tempat yang tersebar di wilayah Kendal. Dari dua sembilan pelaku, dua diantaranya adalah pelaku judi mesin dingdong. Yakni Muhwan, 38 dan Jamsari, 44 warga Kebondalem, Kendal Kota dan warga Triharjo, Gemuh.

Sedangkan tujuh pejudi togel yang diringkus yakni Ahmad Gunawan, 35, Surachmat, 54, Hendrik Joko Susilo, 51 dan Budhi Hartono, 48. Tiga pelaku lain yakni Suryadi, 46, Subur Sodikin, 51, Ade Sudaryanto, 38. Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko melalui Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan, penangkapan para bermula dari laporan warga yang resah akan adanya judi togel. Para pelaku tersebar di Boja, Kaliwungu, Patebon, Weleri, Rowosari , Gemuh dan Kendal.

Muhwan ditangkap basah berikut barang bukti berupa mesin dingdong dan sejumlah uang koin yang masuk ke masin dingdong. “Tersangka Muhwan adalah pemilik sedangkan Jamsari adalah pemain judi mesin tersebut. Keduanya kami tangkap saat bermain dingdong yang berada di rumah Muhwan,” katanya, kemarin.

Untuk dapat bermain, para pelaku cukup memasukkan membawa koin pecahan Rp 500 untuk dimasukkan ke dalam mesin dingdong. Secara otomatis mesin dingdong akan memutar gambar yang dipilih pemain. “Pemain yang beruntung akan mendapatkan Rp 2.500,” tambahnya.
Sementara untuk kasus judi togel, menjelaskan Fiernando, petugas mengamankan sejumlah uang hasil penjualan judi, kupon togel, ramalan togel dan sebagainya. “Kami lakukan penyitaan untuk dijadikan barang bukti nanti di pengadilan saat para tersangka disidangkan,” tambahnya.

Ia menilai judi togel sudah meresahkan masyarakat sehingga perlu digalakkan pembrantasan judi togel. Tapi ia mengakui, jajaran Polres Kendal terus melakukan tindakan preventive atau pencegahan. Yakni dengan cara memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menjadi pelaku judi togel, baik pembeli, pengecer maupun kurir kupon judi togel. “Para tersangka judi togel maupun dindong kami kenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. Kami juga berupaya melakukan penyelidikan terhadap kasus ini guna pengembangan lebih lanjut agar semua peredaran judi bisa bersih,” tambahnya (bud/fth)