Kasus KSP Gajah Artha Dinyatakan Lengkap

417

SALATIGA-Meski kasus dugaan penggelapan yang dilakukan pimpinan KSP Gajah Artha, Jencien Restantio Cs membutuhkan waktu 565 hari atau satu setengah tahun lebih hingga dinyatakan lengkap (P21), namun PY Parito selaku pelapor kasus ini tetap memberikan apresiasi atas kinerja penyidik Polres Salatiga di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP RH Wibowo.

“Kami memberikan apresiasi kepada penyidik polres yang menuntaskan kasus ini, meski sudah bergulir 565 hari kerja. Ini membuktikan orang kaya pun bisa P21 (berkas lengkap),” ujar tokoh masyarakat Salatiga yang dikenal vokal ini.

Menurut Parito, dalam kasus ini penyidik juga mendatangkan saksi ahli di bidang hukum yaitu Prof I Nyoman Serikat Putra dari Undip, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan terlapor (Jencien cs) merupakan tindak pidana murni.

Bagaimana tanggapan Parito, terkait tiga tersangka dalam kasus dugaan penggelapan yang tidak ditahan? Menurut dia, hal itu (penahanan, red) memang sepenuhnya kewenangan Kejari Salatiga. Namun demikian, ia berharap semua diperlakukan sama di muka hukum. Karena jika membeda-bedakan, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. Dan jangan sampai kasus ini berlarut-larut.

Parito juga berharap, nasabah lain yang menjadi korban supaya segera melapor, karena ia yakin tidak hanya dirinya yang menjadi korban. ”Supaya para penegak hukum tahu, bahwa ini bukan hanya kasusnya Parito, nasabah lain juga ikut menjadi korban,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, proses hukum kasus dugaan penggelapan uang nasabah dengan tersangka tiga pimpinan KSP Gajah Artha memasuki tahap baru. Setelah berkas acara pemeriksaan (BAP) tiga tersangka dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejari Salatiga, maka penyidik Polres Salatiga pun melakukan pelimpahan tahap kedua.

Pelimpahan tahap kedua meliputi tersangka dan barang bukti dilakukan penyidik Polres Salatiga, Selasa (26/5) kemarin. Ketiga tersangka dalam kasus ini adalah Jencien Restantio selaku bendahara koperasi sekaligus bos, Subianto Kwam selaku manager dan Dikin, selaku ketua koperasi. (deb/jpnn/ida)