Kemendag Batal Bantu Pemkot

324

BALAI KOTA – Proses pembangunan tempat penampungan sementara untuk pedagang Pasar Johar di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terbentur anggaran. Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjanjikan bantuan dana sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan tempat penampungan. Namun hal tersebut tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Paling cepat pada 2016 mendatang.

”Memang saat itu pemerintah pusat menjanjikan dana bantuan sekitar Rp 5 miliar. Tapi untuk tahun ini tidak ada anggaran, baru bisa menganggarkan pada tahun 2016. Menurut saya itu terlalu lama, kasihan pedagangnya. Jadi kita putuskan bangun sendiri (dananya) mendahului anggaran,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin (27/5).

Dengan begitu, proses pembangunan tempat penampungan sementara yang dijadwalkan pada bulan Mei ini atau awal Juni, dipastikan bakal mundur. Namun Hendi, sapaan akrabnya tetap berharap pada H+7 Lebaran sudah selesai. Dan pedagang bisa pindah. ”Proses pembangunannya harus melalui lelang, tidak bisa penunjukan langsung,” tandasnya.

Diketahui, biaya pembangunan tempat penampungan sementara di kawasan MAJT ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 27 miliar. Pemkot sendiri telah menganggarkan sekitar Rp 8 miliar, bantuan pemprov Rp 13,5 miliar. Namun, karena pusat tidak ada anggaran, akhirnya kekurangan akan ditutup oleh pemkot. ”(dana) Dari provinsi dan kota sudah ada gambaran, tapi kalau dari kementerian memang belum jelas,” terang Kabid Kebersihan dan Pemeliharaan Dinas Pasar Kota Semarang Nurkolis.

Saat ini Dinas Pasar masih melakukan tahap penjaringan pembiayaan dan penyusunan detail engineering design (DED) tempat relokasi. ”Mungkin minggu ini bisa deal,” terang Nurkholis sembari menambahkan, di lahan MAJT rencananya akan dibangun sekitar 4.200 lapak pedagang.

Disinggung mengenai prediksi pelaksanaan fisik dan target penyelesaian pembangunan, Nurkholis belum bisa memastikan. Sebab, hingga kini pihaknya masih menunggu penyelesaian administrasi bantuan pemerintah pusat melalui Kemendag. ”Kemarin memang ada prediksi pembangunan, tapi belum bisa dicantumkan, karena pembiayaan ini tidak dari kota saja, tapi juga dari provinsi dan pusat. Sekarang tinggal menunggu yang dari Kementerian,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman meminta Dinas Pasar bergerak cepat menyelesaikan tahapan pembangunan tempat penampungan sementara. Jangan sampai terlalu molor, karena akan berimbas terhadap nasib pedagang. ”Saat ini yang terpenting pembangunan tempat penampungan sementara di MAJT harus segera diselesaikan. Pedagang harus segera mendapat tempat yang nyaman untuk berjualan,” tandas Pilus, sapaan akrabnya. (zal/ce1)