Konsolidasi hingga Tingkat Desa

304
Masruhan Samsurie. (Jawa Pos Radar Semarang files)
Masruhan Samsurie. (Jawa Pos Radar Semarang files)

SEMARANG – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng kubu Romahurmuziy terpilih, Masruhan Samsurie menyatakan siap menggelar konsolidasi hingga tingkat desa. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk meminimalisir konflik seperti yang diperintahkan DPP.

Menurut Masruhan, koordinasi dengan seluruh komponen partai penting dilakukan, termasuk dengan kubu DPW PPP Jateng yang diketuai M. Wafi Maimun Zubair. ”Hal penting yang harus dilakukan di samping menyusun pengurus adalah melakukan konsolidasi dengan semua komponen partai hingga tingkat desa. Bagaimanapun kami ini kan satu rumah walaupun beda kamar,” ujarnya.

Terkait konsolidasi, dia mengaku sudah mendengar ada beberapa kader yang terlibat kepanitiaan Muswil ke VII juga direkrut DPW pimpinan M. Wafi sebagai pengurus. Bahkan para kader tersebut telah melakukan sejumlah pertemuan dengan DPW satunya. Masruhan mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. ”Monggo saja. Tidak apa-apa selagi bisa mengatasi dan tidak berimplikasi masalah hukum,” tandasnya.

Masruhan sendiri terpilih secara aklamasi dalam Muswil VII DPW PPP Jateng yang digelar di Hotel Santika Premiere, Selasa (26/5) menjelang tengah malam. Meski Ketua sudah terpilih, penyusunan pengurus tidak langsung ditentukan. Nama-nama pengurus akan dipilih oleh tim formatur bersama Ketua terpilih. Tim formatur terdiri dari unsur kiai yaitu KH Kharis Shodaqoh dan Habib Ihsanuddin. Kemudian Abdul Aziz (mantan Bendahara DPW) mewakili unsur DPW. Kemudian unsur DPD terdiri dari Yusuf Cahyono (Ketua DPD PPP Kebumen) dan Suyono (Ketua DPD PPP Batang). Sementara Mahmud Yunus mewakili unsur DPP. ”Kami diberi waktu maksimal dua minggu untuk menyusun pengurus secara lengkap,” kata Masruhan.

Pengurus DPW PPP Jateng, Muhammad Ngainurricald mengatakan, konflik yang terjadi di tubuh internal PPP pusat tidak memengaruhi di daerah. Pihaknya menegaskan, Jateng tetap bakal mengikuti pilkada Desember mendatang. Apalagi PPP versi Muktamar Surabaya dengan Ketua Umum Romahurmuziy sudah memiliki kekuatan hukum dan diakui pemerintah. ”Kami tetap optimistis bisa ikut pilkada. Kader sudah dipersiapkan,” tambahnya. (fth/ric/ce1)