Mantan Kadispora Wadul Ombudsman

509
MENGADU: Heru Supriyono (kanan) menunjukkan bukti pengaduan di kantor Ombudsman Republik Indonesia  (ORI) Perwakilan Jawa Tengah, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Heru Supriyono (kanan) menunjukkan bukti pengaduan di kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

WONODRI – Merasa menjadi korban kriminalisasi hukum oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang, Heru Supriyono, Rabu (27/5) kemarin, mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah. Sebelumnya, pada 2013 lalu, Heru pernah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi beasiswa fiktif.

Dalam pengaduannya, Heru mengatakan kalau pihak Kejari Semarang dinilai tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan menolak kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan menolak kasasi terdakwa.

”Selain itu, Kejari Semarang tidak melaksanakan semua putusan Mahkamah Agung (MA). Hanya melaksanakan yang menolak kasasi terdakwa saja, padahal dalam putusan MA jelas menolak semua kasasi,” kata Heru usai menyerahkan berkas pengaduan ke ORI Perwakilan Jateng.

Dia menilai, dalam sidang banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) dalam putusannya menjatuhkan hukuman kepada semua terdakwa. ”Padahal pada pengadilan tingkat pertama saya dinyatakan bebas dari segala tuntutan, kenapa pada pengadilan banding saya ikut dijatuhi hukuman?” katanya setengah bertanya.

Ketua ORI Perwakilan Jateng, Ahmad Zaid mengatakan, telah menerima aduan tersebut. Pihaknya akan melayangkan surat ke pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi. ”Nanti atas jawaban atau klarifikasi tersebut, baru kami pelajari dan kami berikan rekomendasi,” kata Ahmad Zaid singkat.

Seperti diketahui, Heru Supriyono merupakan salah satu dari empat terdakwa kasus dugaan korupsi beasiswa fiktif 2003 lalu bersama Sudjoko, Yulius Basiwantoro, dan Untung Sujarno. Berdasarkan putusan PN Semarang Nomor 942/pid.B/2005/PN.SMG 15 Agustus 2006, Heru bersama Sudjoko divonis bebas, sementara 2 lainnya divonis penjara selama 1 tahun.

Atas putusan tersebut, JPU mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Untuk terdakwa Heru dan Sudjoko, JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Atas upaya banding JPU tersebut, majelis hakim PT menyatakan menghukum semua terdakwa pidana penjara selama setahun. Sementara itu, putusan MA menyatakan menolak semua kasasi yang diajukan. Setelah menjalani hukuman, Heru akhirnya mengajukan gugatan rehabilitasi atas hak-haknya. Namun belakangan diketahui gugatan tersebut kalah. (bj/aro/ce1)