Melanggar, 41 Bendera Ormas Dicopot Paksa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

COPOT PAKSA: Puluhan bendera dari organisasi kemasyarakatan yang dipasang di Bundaran Tugumuda dicopot paksa petugas Satpol PP Kota Linmas Semarang, Rabu, (27/5) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
COPOT PAKSA: Puluhan bendera dari organisasi kemasyarakatan yang dipasang di Bundaran Tugumuda dicopot paksa petugas Satpol PP Kota Linmas Semarang, Rabu, (27/5) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUGUMUDA – Sebanyak 41 bendera organisasi kemasyarakatan (ormas) dicopot paksa petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, karena terpasang di bundaran Tugumuda yang notabene merupakan kawasan larangan.

Kepala Satpol PP Kota Linmas Semarang, Ebdro P Martanto menyatakan, telah mencopot sebanyak 41 bendera milik ormas yang terpasang di kawasan bundaran Tugumuda. Hal itu sesuai Perwal 30 a tahun 2003 dan Perwal nomor 20 tahun 2010 tentang Tata Tertib Pemasangan Bendera Parpol dan Ormas. ”Di situ mengatur kawasan Tugumuda merupakan kawasan larangan untuk dipasangi atribut. Sehingga dengan penegakan perda itu, kita melakukan pencopotan,” tegasnya.

Jelang pemilihan kepala daerah, diakuinya, telah bermunculan berbagai atribut baik spanduk maupun baliho yang menyosialisasikan kandidat.
Menurutnya, sebagian besar pemasangannya melanggar aturan.

Ironisnya lagi, pihaknya tidak melakukan penertiban dengan alasan, sesuai aturan KPU memang tidak ada pelanggaran, karena masih dalam tahap sosialisasi. Padahal, titik pemasangannya jelas menyalahi aturan, seperti di pohon dan diikat di tiang listrik. ”Memang sekarang ini, sudah banyak spanduk atau baliho yang terpaku dipohon, terikat pada tiang listrik. Tapi saya mengikuti aturan KPU Kota Semarang karena untuk saat ini tidak melanggar aturan dan belum memasuki kampanye. KPU sendiri juga menjelaskan atribut itu untuk sekadar pengenalan dan sosialisasi saja,” tegasnya.

Pihaknya hanya konsen melakukan penertiban terhadap atribut baliho, sepanduk yang tak berizin dan berdiri di jalan protokol yang merupakan kawasan larangan. Menurutnya, hal tersebut sudah diatur dalam perda 14 tahun 2012. ”Petugas kami selalu rutin melakukan penertiban yang berada di jalan-jalan protokol yang merupakan kawasan larangan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -