Pekan Panutan PBB, Gugah Kesadaran Masyarakat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DONGKRAK PBB: Sekda Kota Semarang Adi Trihananto membayar PBB seusai membuka Pekan Panutan Pembayaran PBB 2015 mewakili Wali Kota Semarang di hall Balai Kota, Rabu (27/5). (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)
DONGKRAK PBB: Sekda Kota Semarang Adi Trihananto membayar PBB seusai membuka Pekan Panutan Pembayaran PBB 2015 mewakili Wali Kota Semarang di hall Balai Kota, Rabu (27/5). (Rizal/Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Tahun 2015 Pemkot Semarang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 215 miliar. Namun jelang bulan terakhir semester pertama ini, pencapaiannya baru Rp 31,7 miliar. Oleh karena itu, pemkot melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) terus berupaya mendongkrak pencapaian.

Sejumlah cara telah dilakukan, seperti membuka pekan panutan PBB pada Rabu (27/5) pagi, kemudian menambah akses pelayanan pembayaran pajak bekerja sama dengan sejumlah bank, serta melakukan jemput bola. Diyakini dengan cara tersebut, sisa target pendapatan yang masih Rp 185 miliar itu bakal tercapai.

Kepala DPKAD Yudi Mardiana mengatakan, pekan panutan PBB ini tujuannya untuk menggiatkan dan menggugah kesadaran masyarakat akan kewajiban pembayaran perpajakan utamanya PBB. ”Selain itu juga memberikan suri tauladan kepada masyarakat untuk membayar PBB lebih awal yang dipelopori oleh pimpinan, tokoh masyarakat, wajib pajak kolektif dan segenap PNS di lingkungan Pemkot Semarang,” jelas Yudi.

Hingga bulan Mei 2015 ini, lanjut Yudi, realisasi PBB baru mencapai Rp 31,7 miliar. Padahal capaian target yang diinginkan Rp 215 miliar. Namun pihaknya tetap optimis dapat mencapai target di sisa waktu tahun 2015 ini. ”Jika sebelumnya tahun 2014 target PBB Rp 175 miliar namun di tahun ini Rp 215 miliar,” ujarnya.

Yudi juga mengklaim, dengan pekan panutan pajak ini, bisa mendongkrak pendapatan hingga 30 persen. Untuk itu pihaknya berharap agar semua pihak dapat membantu mencapainya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. ”Pekan panutan pajak ini sangat efektif sekali untuk mendongkrak pendapatan PBB. Kita optimis target bisa tercapai,” tandasnya.

Sementara itu Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto dalam sambutan mewakili wali kota menyampaikan PBB merupakan salah satu pendapatan kota yang penting. Karena hasilnya dapat digunakan pembangunan Kota Semarang. ”Pada dasarnya PBB adalah dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan output-nya juga untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kegiatan ini untuk menjadi agenda tahunan pemkot. Karena dapat menjadi start awal yang baik guna mendorong dan menyadarkan masyarakat untuk membayar PBB.

Ke depannya Pemkot Semarang selalu berupaya memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal pembayaran PBB. Misalnya mempermudah akses pembayaran PBB bagi masyarakat yang akan melakukan pembayaran PBB dengan bekerja sama dengan 4 bank, yaitu Bank Jateng Cabang Semarang, Bank Mandiri, Bank BTN dan Bank BNI 46 serta DPKAD. Kegiatan ini dimulai selama tiga hari berturut-turut Selasa (26/5), dan akan berakhir Kamis (28/5). (zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -