Rekomendasi Tidak Akan Serentak

408
Agustina Wilujeng. (Jawa pos radar semarang files)
Agustina Wilujeng. (Jawa pos radar semarang files)

SEMARANG – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng memastikan rekomendasi calon kepala daerah dari DPP tidak akan diturunkan serentak bagi 21 kabupaten/kota yang ikut pilkada. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut berharap bakal calon yang tidak mendapatkan rekomendasi tetap mendukung PDIP dalam pilkada.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan DPP bakal menurunkan rekomendasi bagi kabupaten/kota se Indonesia yang mengikuti pilkada serentak. Maka dia memperkirakan rekomendasi akan diturunkan secara bertahap. “Kemungkinan satu-satu atau bertahap. Tidak akan serentak,” katanya.

Dia berharap bakal calon kepala daerah yang tidak mendapatkan rekomendasi akan tetap mendukung PDIP dalam pilkada. Namun tentunya pihaknya tidak bisa memaksa. Termasuk kemungkinan bakal calon akan merapat ke partai lain untuk mencari “kendaraan”. “Kami harap tetap mendukung, namun kami tidak bisa memaksa. Kalau mau pindah partai, masak kami larang,” tandasnya.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto menanggapi “tradisi” PDIP yang selalu menurunkan rekomendasi mepet dengan waktu pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut dia, turunnya rekomendasi sangat bergantung pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Semua tergantung Bu Mega dan tidak ada yang bisa memaksa. Tidak ada yang berani,” ucapnya lugas.

Hari ini, Kamis (28/5), DPD PDIP Jateng menggelar tes psikologi dan wawancara dengan DPP bagi para bakal calon kepala daerah. Pada tahap pertama, tes psikologi dan wawancara akan digelar bagi bakal calon dari 12 Kabupaten/Kota di Jateng. Ke 12 daerah yang dimaksud adalah Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.

Sebanyak 58 bakal calon kepala daerah diundang dalam kegiatan tersebut. Sebab DPD hanya mengundang mereka yang dianggap berpotensi untuk ikut. Penilaian bakal calon yang dianggap berpotensi diantaranya berdasarkan tes wawancara yang dilakukan sebelumnya.

Dari DPP sendiri, direncanakan ada 7 petinggi yang akan datang untuk ikut menyeleksi para bakal calon. Yaitu Bambang DH, Utut Adianto, Hendrawan Supratikno, Idham Samawi, Nusyirwan Sudjono, Juliari Pieter batubara, serta Achmad Basarah. (ric)