Tiga Kali Mangkir, Joko Akan Dijemput Paksa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PLEBURAN – Tersangka dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Jateng tahun anggaran 2010-2011, Joko Mardiyanto, mangkir saat dipanggil untuk diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Staf Ahli Gubernur Jateng ini sudah dipanggil tiga kali, tapi belum juga hadir.

”Hari Kamis (4/6) besok kalau tidak hadir akan ada upaya penjemputan paksa. Hal ini sudah sesuai undang-undang,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni.

Eko mengatakan, pada panggilan kedua, Joko beralasan tidak dapat memenuhi panggilan penyidik karena sedang tugas di Bandung, Jawa Barat. ”Dalam suratnya ada izin tugas dinas dengan tanda tangan Pak Gubernur di Bandung. Untuk panggilan berikutnya bila tidak datang akan dijemput paksa,” tandasnya.

Kabid Infokom (Informasi dan Komunikasi) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng, Soeyanto, berharap, kasus korupsi yang menjerat duo Joko (Joko Mardiyanto dan Joko Suryanto) tersebut diselesaikan dengan sunguh-sunguh dan tidak tebang pilih.

”Kami harapkan Kejati Jateng dalam menangani masalah tersebut jangan sampai tebang pilih. Apalagi kasus ini banyak menyeret tersangka, di antaranya orang pemerintahan,” kata pria yang akrab disapa Atok ini, Rabu (27/5) ini.

Atok menyebutkan, dengan prestasi yang diraih Kejati Jateng dalam memberantas korupsi, diakuinya, semakin baik. Namun ia berpesan Kejati Jateng jangan sampai meninggalkan kasus yang sudah menetapkan tersangka, apalagi sampai mengeluarkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

”Kami pesankan untuk kejati Jateng terus konsisten dalam menangani perkara korupsi, selain penindakan juga dibutuhkan pencegahan dan yang paling penting jangan sampai mengeluarkan SP3 bagi para tersangka. Dengan mengeluarkan SP3, publik wajar saja bertanya dengan kinerja Kejati Jateng,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Joko Mardiyanto ini ditetapkan sebagai tersangka pada awal 2014 bersamaan dengan Joko Suyanto, mantan ketua tim verifikasi proposal Setda Jateng dan mantan Kepala Biro Bina Sosial Setda Jateng Mohamad Yusuf. (bj/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -