Uji Sampel, Bakar Beras Pedagang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RAZIA: Jajaran Polres Kendal yang dipimpin Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery melakukan razia peredaran beras plastik di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARARANG)
RAZIA: Jajaran Polres Kendal yang dipimpin Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery melakukan razia peredaran beras plastik di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARARANG)

KENDAL – Sebagai antisipasi masuknya beras plastik di Kendal, jajaran Polres Kendal melakukan razia ke sejumlah pedagang beras di sejumlah pasar tradisional. Operasi dilakukan dengan memeriksa beras yang dijual oleh para pedagang beras pasar setempat.

“Kami mengambil sampel beras untuk dicek keasliannya secara manual. Kami cek beras secara manual dengan menaburkan beras ke dalam air atau membakarnya,” kata Kabag Ops Polres Kendal, AKP Ariyanto Salkery, Rabu (17/5).

Ia menambahkan, jika berasnya mengapung maka bisa diduga kuat beras tersebut telah terkontaminasi dengan campuran beras plastik saat mengambil beras dari distributor. Begitupun jika beras terbakar saat terkena api. Operasi dilaksanakan hampir tiga jam. Hasilnya petugas tidak menemukan beras yang terbuat dari bahan plastik. Dipastikan, beras yang masuk ke wilayah Kabupaten Kendal merupakan produksi lokal.

“Tidak ada beras yang diambil dari luar kota, atau bahkan dari luar negeri. Beras yang beredar di Kendal merupakan hasil dari petani lokal. Seperti Weleri, dan Cepiring. Kalau luar daerah, adanya dari Demak dan daerah-daerah lain tapi masih lingkup Jateng,” imbuhnya.
Meski begitu, setidaknya razia yang dilakukannya agar masyarakat selalu waspada terhadap maraknya beras plastik yang telah memasuki pasar Indonesia. “Kepada pera pedagang, hendaknya mengambil beras dari lokal saja, jangan beras impor. Begitupun masyarakat sebagai pembeli harus selalu waspada,” tambahnya.

Ia menambahkan, di Kendal masih belum ada laporan terkait dengan keberadaan beras plastik. Dia menambahkan, razia serupa juga akan dilakukan pada tempat penggilingan padi. “Selain itu, kami rutinkan melakukan operasi mobil yang diduga sebagai distributor beras yang masuk ke Kendal,” tambahnya.

Siti Zumroh, seorang pedagang beras di Pasar Kendal mengaku tidak pernah mengambil beras produksi impor. “Berasnya lokal sini saja. Karena di Kendal sudah cukup banyak sebagai daerah penghasil beras. Kalau ada, ya dari Demak,” katanya.

Ia menambahkan, jika beras plastik kebanyakan beredar di luar pulau jawa. Hal itu lantaran kebutuhan beras di Jateng sudah tercukupi dari beras lokal sendiri. “Sehingga larinya pasti ke Jakarta atau daerah-daerah yang minim ketahanan pangan dalam sektor beras,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -