Warga Minta Normalisasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

LANGGANAN BANJIR : Kondisi Banjir di Perumahan Sraten Permai tadi malam (27/5). (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGANAN BANJIR : Kondisi Banjir di Perumahan Sraten Permai tadi malam (27/5). (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

TUNTANG—Hujan deras yang mengguyur Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa malam (26/5), lagi-lagi menyebabkan banjir di sejumlah rumah di Perumahan Sraten Permai. Karena itulah, warga setempat meminta Pemkab Semarang melakukan normalisasi Sungai Sijomblong.

Salah satu warga RT 02/RW 07 Sraten, Sukiter, 60, menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Sraten terjadi sekitar pukul 23.00. Sedangkan banjir kian meninggi satu jam setelah terjadi hujan deras. Yang mengherankan, sudah memasuki musim kemarau, tapi hujan 3 hari curah hujannya sangat tinggi.

“Biasanya memang sering terjadi banjir saat hujan. Namun kali ini tergolong parah karena ketinggian air pencapai paha. Selain itu, sawah juga ikut terendam,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Budi, 32. Menurutnya, warga terpaksa menjebol tanggul sawah untuk mengurai derasnya air luapan Sungai Jombor. “Tiga hari ini, curah hujannya tinggi. Tidak ada cara lain, kami terpaksa menjebol tanggul. Kalau tidak, air yang masuk ke rumah warga semakin meninggi. Kami sudah melaporkan hal ini ke pemerintah, tapi belum ada tindak lanjutnya dalam menormalisasi Sungai Sijomblong,” terangnya.

Untuk diketahui, aliran Sungai Sijomblong membentang di perbatasan Desa Jombor dan Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pada musim penghujan kemarin, sempat membanjiri perumahan warga dan sawah seluas 9 hektare. Dari keterangan warga dan perangkat desa, diduga karena penyempitan sungai, akibat pembangunan Perumahan Harmoni dan Sraten. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -