Indonesia Urutan Dua Pengakses Porno

417
ALUMNI KOMUNIKASI: Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat, Yuliandre Darwis saat melantik pengurus ISKI Jateng di auditorium kampus FISIP Undip, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
ALUMNI KOMUNIKASI: Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat, Yuliandre Darwis saat melantik pengurus ISKI Jateng di auditorium kampus FISIP Undip, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kecanggihan infrastruktur komunikasi di Indonesia belum diikuti pemanfaatan positif oleh para penggunanya. Terbukti pada 2012 Indonesia justru menempati peringkat kedua negara yang pengguna internetnya paling banyak mengakses situs berbau pornografi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat, Yuliandre Darwis usai melantik pengurus ISKI Jateng di auditorium kampus FISIP Undip, Kamis (28/5). ”Infrastruktur komunikasi Indonesia sangat canggih karena menggunakan satelit. Namun pengakses pornografi di Indonesia justru menempati nomor dua dunia,” ujarnya.

Dia menambahkan ilmu komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Sebab carut marut dalam berkomunikasi dapat menimbulkan ketegangan, termasuk di dunia politik serta pemerintahan. Dia mencontohkan keberhasilan dalam hal politik selalu dipengaruhi kemampuan menjalin komunikasi antara para politisi dengan media. ”Fungsi media massa dalam komunikasi politik adalah bisa menjadi penyambung sekaligus pengirim pesan politik,” paparnya.

Sementara itu Ketua ISKI Jateng Widodo Muktiyo mengatakan komunikasi merupakan ilmu yang luas. Sehingga sarjana ilmu komunikasi dapat bekerja di berbagai profesi serta masuk ke semua lini. ”Ilmu ini menjanjikan karir di berbagai bidang. Tergantung bagaimana kontribusi kita setelah lulus,” katanya.

Usai terbentuk lanjutnya, ISKI Jateng akan memiliki event besar. Yaitu menggelar Konvensi Nasional Komunikasi pada Oktober nanti. Konvensi tersebut akan mendasari lahirnya Hari Komunikasi Indonesia. Gelaran ini rencananya juga akan mengundang Presiden Jokowi.

Sementara itu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng Budi Setyo Purnomo mengatakan pihaknya akan menggandeng ISKI dalam menggelar survei penonton televisi. Sebab selama ini survei penonton televisi selalu beracuan ke AC Nielsen. ”Survei yang kami gelar bersama akademisi dan relawan peduli penyiaran Jateng ini nantinya akan kita share ke para pemasang iklan,” tandasnya. Dia berharap hasil survei tersebut bisa dijadikan pembanding dan rating alternatif dari tayangan televisi. (ric/ce1)