Merica Palsu Beredar di Pasar Tradisional

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MERICA PALSU : Salah seorang warga menunjukkan merica palsu yang didapatkan dari Pasar Wiradesa. (Faiz UrhanulHilal/Jawa Pos Radar Semarang)
MERICA PALSU : Salah seorang warga menunjukkan merica palsu yang didapatkan dari Pasar Wiradesa. (Faiz UrhanulHilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Merica palsu, disinyalir telah beredar di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan. Keberadaan merica palsu tersebut diketahui seorang penjual mi ayam, di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Mustakim, 35.

“Merica palsu itu, memiliki bau tidak menyengat, juga tidak berasa pedas. Bahkan ketika dihaluskan, warnanya putih seperti kapur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (28/5) kemarin.

Warga Desa Galih Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan mengatakan, dirinya mendapatkan merica palsu di sebuah toko kelontong di Pasar Wiradesa, Selasa (26/5) lalu. Kecurigannya bermula ketika hendak membikin bumbu mi ayam. “Saya beli itu karena harganya lebih murah. Yakni Rp 17 ribu per ons. Merica umumnya sampai Rp 20 ribu per ons,” kata pria yang akrab disapa Takim itu. “Saat saya ulek, merica itu berubah menjadi putih seperti kapur. Aromanya, rasanya juga tidak seperti merica normal,” jelasnya.

Menurut Takim, merica asli memiliki aroma menyengat dan pedas. Selain itu, warnanya coklat kehitaman dan ada urat-uratnya. Curiga dengan temuannya, Takim kemudian membawa kembali merica tersebut ke toko kelontong penjual merica. Namun niat menukar merica palsu dengan yang asli tidak bisa dilakukan. “Karena itu bukan merica, akhirnya saya kembalikan. Saya mau minta ganti yang asli. Tapi penjualnya tidak mau. Kata penjualnya, merica itu berasal dari Cirebon,” bebernya.

Meski tidak bisa dikembalikan, Takim mengaku tidak menggunakan merica palsu untuk pembuatan bumbu. Selain takut mempunyai efek keracunan, dirinya juga tidak ingin pelanggan mi ayamnya kecewa karena kualitas bumbunya. “Kalau palsu ya buat apa diolah. Salah-salah malah bisa bahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Kasi Perlindungan Konsumen pada Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait beredarnya merica palsu.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Memang, soal merica kami belum mendengar. Yang sudah itu beras plastik. Tapi alhamdulillah, ketika sidak di tujuh pasar, kami tidak menemukannya,” kata dia. (hil/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -