Oknum BPN dan Notaris Dilaporkan

954
BUKTI: Pengacara Andar M. Situmorang didampingi kuasanya, Donny Selanno tunjukkan bukti laporan di Polda Jateng dan bukti kepemilikan lahan di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUKTI: Pengacara Andar M. Situmorang didampingi kuasanya, Donny Selanno tunjukkan bukti laporan di Polda Jateng dan bukti kepemilikan lahan di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLAMPITAN – Pengacara Andar M. Situmorang merasa menjadi korban atas kasus dugaan mafia tanah di Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Dirinya resmi laporkan 4 pelaku di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Andar juga secara tegas akan memidanakan pihak-pihak yang dilaporkan bila tidak segera mengembalikan tanah miliknya.

Adapun yang dilaporkan di antaranya Dwi Indriajati dari notaris PPAT pengganti R Soelarso. T SH Alm dan nyonya Soelarso tentang penggelapan tanah. Selain itu Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jateng dan Kakanwil BPN Kota Semarang tentang penyalahgunaan jabatan.

Andar mengatakan, laporan tersebut terdaftar di nomor STTLP/92/V/2015/SPKT tentang surat terima laporan polisi yang ditandatangani Kepala SPKT Polda Jateng (an Payan Masyarakat, Sugiyo SH). ”Pada 12 September 1987 saya membeli sebidang tanah Hak milik (HM) dengan nomor 1490/Kedung Pane dari Sasmini. Dalam proses pembelian saya membuat akta jual beli melalui notaris R Soelarso Tendyopanitro, SH,” sebutnya.

Selanjutnya pada 22 Agustus 1990 sebagaimana bukti pembayaran kepengurusan balik nama dari Sasmini ke Andar Situmorang, terbitlah sertifikat atas nama Andar Situmorang. Namun, hingga meninggalnya Notaris R Soelarso, Andar mengaku tidak pernah menerima sertifikat asli atas nama dirinya. ”Sampai hari ini saya tidak menerima sertifikat aslinya, padahal sertifikat mungkin sudah turun tiga tahun sejak saya beli,” ujar Andar, Kamis (28/5).

Selain itu, Andar juga mengaku telah melakukan pengecekan ke Kantor BPN Kota Semarang. Oleh BPN, dikeluarkan surat keterangan pendaftaran tanah dan dinyatakan tanah seluas 5.390 meter persegi dengan nomor HM 1490 Kedungpane atas nama Andar Situmorang.
Anehnya, lanjut Andar, BPN menyatakan hak atas tanah tersebut telah dimatikan karena ada pembatalan hak dan tanah itu dikuasai langsung oleh negara berdasarkan SK Kakanwil BPN Provinsi Jawa Tengah tanggal 12 Agustus 1993 dengan nomor SK 550.2/609/2135/93 Lihat B.1731 Ngaliyan. ”Dari situlah baru mengetahui kalau saya telah menjadi korban mafia tanah oleh BPN dan Notaris. Pembatalan hak tanah itu saya yakin ada permainan notaris dengan BPN,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh kepala kanwil BPN Jateng merupakan pelanggaran pidana sebagaimana dalam pasal 421 KUHP juncto Pasal 9 UU RI Nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. ”Dalam hal ini Kakanwil BPN Jateng telah dengan sengaja memalsu buku-buku atau daftar pertanahan yang khusus untuk pemeriksaan administrasi cara memanipulasi tanah telah mencabut, mematikan dan membatalkan hak milik tanah HM No. 1490 seluas 5.390 meter persegi atas nama Andar Situmorang,” ungkapnya.

Selanjutnya, kuasa dari Andar, Donny Selanno menambahkan, pihaknya tidak pernah melepaskan hak tanah atau mengalihkan tanahnya atau memperjualbelikannya, pihaknya juga tidak pernah menyerahkan tanahnya itu untuk kepentingan umum atau untuk kepentingan negara. ”Saya juga tidak pernah menerima ganti rugi dari pihak mana pun, tidak pernah menyerahkan tanah saya ke negara,” imbuhnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Priyo Harsono, Kasi Hukum Kanwil BPN Jateng mengaku belum bisa memberikan keterangan, ia menyatakan belum melihat surat atas protes Andar yang ditujukan pada pihaknya. ”Saya belum tahu suratnya Mas, kami harus koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan untuk memberi alasan selanjutnya,” kata Priyo singkat. (bj/zal/ce1)