Pengosongan Pasar Sudah 90 Persen

356
BONGKAR KIOS: Pedagang Pasar Peterongan mulai membongkar kios dan los di dalam pasar. Mereka pindah ke tempat penampungan sementara di Pasar Inpres lantai 2. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BONGKAR KIOS: Pedagang Pasar Peterongan mulai membongkar kios dan los di dalam pasar. Mereka pindah ke tempat penampungan sementara di Pasar Inpres lantai 2. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PETERONGAN – Rencana proyek pembangunan Pasar Peterongan telah memasuki tahap pelelangan penghapusan aset yang akan dilakukan minggu depan. Kemarin, proses pengosongan bangunan utama pasar sudah mencapai 90 persen. Para pedagang sudah mulai membangun lapak di lantai dua tempat penampungan sementara. Setidaknya sudah ada puluhan lapak yang berdiri di tempat baru tersebut. Bahkan, sudah ada pedagang yang mulai berjualan.

Pedagang pakaian, Harni, mengakui, sudah mendirikan lapak di tempat penampungan sejak dua minggu lalu. Di lokasi tersebut, ia sudah melakukan aktivitas jual beli meski masih sepi pembeli.

”Yang jualan di tempat ini baru saya, lainnya belum berjualan. Rata-rata masih membuat lapak. Memang penjualan di sini masih sepi. Sampai sekarang baru laku dua potong pakaian. Kalau pelanggan sebagian sudah ada yang tahu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (28/5) kemarin.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Peterongan, Widodo, mengatakan, para pedagang di dalam bangunan utama pasar sudah mulai membongkar los dan kiosnya. Pedagang antusias mendirikan lapak di tempat penampungan lantai dua Pasar Inpres.

”Memang sebelumnya pemkot memberi waktu batas hingga akhir 28 Mei 2015. Tapi kalau saya dengar informasinya, bangunan yang di dalam Pasar Peterongan harus steril mulai 1 Juni 2015,” jelasnya.
Kabid Perencanaan dan Pembangunan, Dinas Pasar Kota Semarang, Nurcholis, mengakui, proyek Pasar Peterongan akan segera dimulai. Sesuai jadwal, minggu depan akan dilakukan pelelangan penghapusan aset dengan memakai sistem IT atau lelang terbuka melalui Dinas Pendapatan dan Kauangan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang.

”Hari Senin pekan depan sudah dilelang. Memang, kita mengejar waktu. Harapan saya juga seperti itu, secepatnya dilakukan pembongkaran. Targetnya, pembongkaran memakan waktu 10 hari. Informasi dari Kepala Pasar Peterongan sudah 90 persen bangunan mulai kosong dari pedagang,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pasar Semarang, Trijoto Sardjoko. Dia mengatakan, pada awal Juni mulai pelelangan penghapusan aset. Menurutnya, 2-3 hari dipastikan sudah ada pemenang tender lelang dan langsung pada pekerjaan pembongkaran bangunan utama dalam pasar. ”Setelah pembongkaran nanti bisa melakukan persiapan pelaksanaan pembangunan,” katanya. (mha/aro/ce1)