Sentil Balon Tak Mau Sosialisasi

301
INCUMBENT: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengerjakan soal tes psikologi yang menjadi bagian dari fit and proper test bakal calon kepala daerah di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
INCUMBENT: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengerjakan soal tes psikologi yang menjadi bagian dari fit and proper test bakal calon kepala daerah di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng menyentil sejumlah bakal calon kepala daerah yang enggan melakukan sosialisasi sebelum mendapatkan rekomendasi. Hal tersebut dinilai akan memperberat kerja partai ke depan dalam pilkada.
”Ada (bakal calon) yang kalau dapat rekom baru akan ”kerja”, kalau nggak dapat nggak ”kerja”. Wah nggak bisa begitu bos,” ujar Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto di sela pelaksanaan fit and proper test bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat kabupaten/kota yang diselenggarakan di Panti Marhaenis, Kamis (28/5). Menurut dia, bakal calon yang seperti itu akan memberatkan kerja partai jika nantinya mendapatkan rekomendasi dari DPP.

Dikatakannya, para bakal calon harus meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya agar menjadi tokoh. Yaitu dikenal dengan baik oleh masyarakat. ”Harus jadi tokoh dulu, bukan tiba-tiba. Nanti kita kerjanya berat,” tandasnya didampingi Bendahara DPD Agustina Wilujeng dan Wakil Sekretaris Ahmad Ridwan.

Dari hasil survei yang dilakukan, PDIP mengakui belum memiliki calon yang kuat di sejumlah daerah. Terutama di kabupaten/kota yang masa jabatan petahananya telah berakhir. ”Wilayah yang ditinggal incumbent ini belum punya tokoh yang kiat untuk dicalonkan. Seperti di Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini, rekomendasi DPP akan diberikan kepada bakal calon yang memenuhi seluruh instrumen yang ditetapkan partai. ”Instrumen tersebut meliputi hasil survei, tes tertulis, tes psikologi, dan wawancara dengan DPP,” ungkapnya.
Dia menjelaskan DPP telah menyelesaikan survei atas 12 daerah dari 21 kabupaten/kota di Jateng yang bakal menyelenggarakan pilkada. Ke-12 daerah tersebut adalah Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.
”Meski sudah selesai, hasilnya belum bisa kita umumkan. Untuk melengkapi hal itu, kami undang para bakal calon dari 12 daerah tersebut untuk melakukan fit and proper test,” imbuhnya memperkirakan seluruh daerah akan selesai disurvei pada 3-4 Juni 2015.

Dari 58 bakal calon yang diundang dalam fit and proper test tersebut, tercatat hanya diikuti oleh 43 orang. Dua orang memohon izin tidak dapat hadir sementara sisanya tidak memberi keterangan yang jelas. Beberapa tokoh yang terlihat hadir seperti Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo, Wakil Bupati Klaten Sri Hartini, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, anggota DPRD Solo Hartanti, mantan wartawan Kendal Sapawi, dan lain sebagainya. ”Yang belum hadir, kami masih punya tenggang rasa untuk melakukan tes susulan,” pungkas Bambang. (fai/ric/ce1)