Betonisasi Jalan Penghubung Desa, Perlancar Perekonomian Warga

523
DIRESMIKAN: Wakil Bupati Demak H Harwanto (tengah) didampingi Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanan Thomas Taufan Wibisono memotong pita menandai peresmian selesainya pembangunan jalan beton karya TMMD Sengkuyung di Desa Bermi, Kecamatan Mijen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRESMIKAN: Wakil Bupati Demak H Harwanto (tengah) didampingi Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanan Thomas Taufan Wibisono memotong pita menandai peresmian selesainya pembangunan jalan beton karya TMMD Sengkuyung di Desa Bermi, Kecamatan Mijen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digalakkan jajaran Kodim 0716 Demak dalam beberapa tahun terakhir berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini setelah program itu mampu membuka akses jalan alternatif penghubung pedesaan dengan betonisasi jalan.

WAHIB PRIBADI, Demak

SEMULA, banyak jalan penghubung antar desa yang terisolir kondisinya tidak layak dan mengalami kerusakan permanen. Tapi dengan sentuhan program TMMD dilaksanakan TNI bersama pemerintah dan gotong royong warga desa, jalan sempit diperkampungan berubah lebih mulus. Dampaknya, produktifitas perekonomian warga meningkat, dan memperlancar usaha perdagangan dan pertanian warga. Dampak positif ini antara lain dinikmati masyarakat Desa Bermi, Kecamatan Mijen.

Kepala Desa Bermi, Ahmad Sofa mengatakan, jalan beton yang menghubungkan antara Desa Bermi dengan Desa Bandungrejo dan Desa Tugu, Kecamatan Karanganyar dapat menopang kelancaran ekonomi warga. “Sebelumnya, permukaan jalan kurang layak karena hanya berupa macadam (batu padas). Tapi sekarang kondisinya jalan sudah mulus berkat program TMMD Sengkuyung tahap I oleh TNI Kodim 0716 Demak,” katanya disela peresmian jalan beton karya TMMD bersama warga, kemarin.

Selama proses pembangunan betonisasi jalan, 99 persen warga turut berpartisipasi sesuai kemampuan. Mulai dari bantuan tenaga serta memasok makanan untuk para tenaga. Desa Bermi dihuni 2 ribu penduduk dengan 600 kepala keluarga (KK). Mereka bekerja sebagai petani, pedagang dan buruh pabrik. “Dengan jalan beton, otomatis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Nanan Thomas Taufan Wibisono mengatakan, TMMD di Desa Bermi, Kecamatan Mijen yang dimulai 7 hingga 27 Mei 2015 memiliki sasaran fisik berupa pembuatan jalan beton dengan ukuran panjang 468 meter, lebar 4 meter dan ketebalan beton 0,15 sentimeter. “Berkat gotong royong warga bersama TNI, pembangunan jalan beton
bisa diselesaikan 100 persen,” katanya didampingi Pasiter Kapten Kav Karmadi.

Dalam TMMD itu juga ada sasaran tambahan, yakni betonisasi jalan bertulang dengan ukuran panjang 47 meter, lebar 4 meter, ketebalan 0,15 meter, dan pembuatan dua buah gorong-gorong. TMMD yang dijalankan secara terpadu itu juga dimeriahkan dengan penanaman pohon, bazar, donor darah dan pelayanan KB kesehatan. Selain fisik, TMMD mempunyai sasaran non fisik seperti penyuluhan deradikalisasi terorisme dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), penyuluhan kerukunan umat beragama, penyuluhan bela negara, pertanian, KB Kes, HIV/AIDS hingga penyuluhan lingkungan hidup, industri kecil serta energy alternatif.

TMMD kali ini mendapatkan sumber dana dari APBD Provinsi Jateng senilai Rp 140 juta, APBD Kabupaten Demak Rp 300 juta dan swadaya masyarakat Rp 50 juta. Total biaya TMMD sebanyak Rp 490 juta. Pada tahun sebelumnya, Kodim 0716 Demak telah melaksanakan TMMD dibeberapa desa lain. Diantaranya Desa Sari, Kecamatan Gajah pada 2010 berupa betonisasi jalan sepanjang 900 meter; Desa Kedungwaru Lor dengan betonisasi jalan sepanjang 1.023 meter, lebar ukuran lebar 2,5 meter dan ketebalan jalan 0,15 meter.

Pada 2011, TMMD Sengkuyung menyasar betonisasi jalan penghubung tiga desa sekaligus. Yakni, di Desa Kerangkulon, Sidomulyo dan Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam. Jalan yang dibangun mencapai 900 meter, lebar 300 meter, ketebalannya mencapai 15 sentimeter.
Betonisasi jalan penghubung tiga desa itu, akhirnya bisa dilalui kendaraan bermotor maupun mobil. TMMD berikutnya ditempatkan di ruas jalan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung. Selain itu, jalan penghubung di Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota. TNI dan masyarakat setempat bahu membahu membangun jalan beton sepanjang 580 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter.

Betonisasi jalan di ruas Dukuh Karangmalang, Desa Brambang, Kecamatan Karangawen berhasilmembangun jalan beton sepanjang 1 kilometer dengan nilai Rp 521 juta. Dampaknya, dapat membuka akses wilayah pinggiran Desa Brambang. Kondisinya pun bertambah mulus. TMMD di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar sepanjang 721 meter juga mampu membuka keterisolasian kampung warga yang terpencil.

Wakil Bupati Demak, Harwanto yang menutup program TMMD di Desa Bermi, Kecamatan Mijen menuturkan, TMMD telah mendorong masyarakat berswadaya, utamanya dalam membangun infrastruktur jalan secara bergotong royong. “Tradisi gotong royong ini dapat ditumbuhkembangkan lewat program TMMD,” katanya.

DPRD Demak, H Nurul Muttaqin mengatakan, TMMD mampu mewadahi aspirasi masyarakat pedesaan. Infrastruktur jalan merupakan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan demikian, TMMD ini sangat banyak manfaatnyadia. Pembangunan jalan yang diiringi dengan berbagai kegiatan penunjang dan penyuluhan juga dapat memperkokoh solidaritas masyarakat
dalam menghadapi persoalan. (*/fth)