Dinkes Keluarkan Peringatan Waspada Ispa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN-Musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, menyebabkan terjadinya udara panas ekstrim dan banyak debu. Kondisi tersebut memicu timbulnya penyakit. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk mewaspadai munculnya penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, drg Gunadi mengatakan bahwa penyakit yang masuk kategori ISPA yakni faringitis atau peradangan tenggorok atau hulu kerongkongan. Penyakit tersebut disebabkan infeksi bakteri. Penyakit faringitis tersebut menyerang orang dewasa dan anak-anak.

Selama musim kemarau perlu juga diwaspadai penyakit pneumonia yang disebabkan karena kualitas udara yang buruk lantaran banyak debu. Ciri-ciri pnemunio itu biasanya nafasnya cepat dan pendek-pendek, serta suhu tubuhnya panas.

“Kondisi cuaca yang panas membuat daya tahan tubuh menurun, akibatnya gampang terkena penyakit. Jadi masyarakat harus mewaspadai munculnya penyakit Ispa. Jika mengalami gejala seperti itu segera periksa kesehatan. Apalagi jika kena pnemonia, terlambat penanganannya bisa mengakibatkan kematian,” tutur tutur drg Gunadi, Jumat (29/5) kemarin.

Gunadi mengingatkan agar masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan banyak berolahraga, makan makanan yang bergizi serta mengonsumsi vitamin. Sebab, selama musim kemarau biasanya tubuh banyak mengalami penguapan yang menimbulkan mudah lelah. Kondisi tubuh yang lemah itulah gampang terserang penyakit.

“Jadi harus banyak minum air putih, makan makanan bergizi, minum vitamin serta berolahraga. Kurangi minum dingin, perbanyak minuman hangat agar dahaknya bisa encer. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu ditingkatkan, seperti membiasakan mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi air yang sudah dimasak dan tidak buang air besar di sembarang tempat,” kata Gunadi. (tyo/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -