Jembatan Sipait Rawan

453
BANYAK KERUSAKAN: Kondisi Jembatan Sipait banyak mengalami kerusakan seperti aspal yang mengelupas hingga plat besi terlihat. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
BANYAK KERUSAKAN: Kondisi Jembatan Sipait banyak mengalami kerusakan seperti aspal yang mengelupas hingga plat besi terlihat. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Kondisi Jembatan Sipait yang terletak di Jalur Pantura Kabupaten Pekalongan dinyatakan masih rawan. Meski demikian, perbaikan jembatan hanya dilakukan dengan penguatan dengan panambalan aspal.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal, Pemalang dan Pekalongan, Yafoor mengatakan bahwa Jembatan Sipait merupakan satu-satunya jembatan yang masih dinyatakan rawan dan saat ini masih dilakukan pantauan khusus. “Dari jembatan-jembatan di wilayah kami, hanya Jembatan Sipait yang masuk pantauan khusus,” ungkapnya kemarin.

Yafoor menyatakan, kerawanan jembatan tersebut disebabkan terkelupasnya aspal hingga plat-plat besi alas jembatan terlihat. Hal itu berakibat guncangan keras terjadi ketika kendaraan berat melintas.

“Banyaknya kerusakan di jembatan itu, membuat kami belum bisa melakukan perbaikan maksimal. Karena sebentar lagi memasuki musim Lebaran. Yang bisa dilakukan hanya perbaikan plat dan penambalan aspal,” ujarnya.

Perbaikan secara menyeluruh, lanjutnya, belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, memakan waktu lama, sehingga tidak akan memenuhi target Lebaran. Penjagaan khusus akan dilakukan setiap hari hingga nanti arus mudik maupun arus balik lebaran selesai.
“Kami terus memantau Jembatan Sipait untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya terjadinya kerusakan yang membutuhkan penanganan cepat. Petugas di lapangan dapat langsung melakukan perbaikan dan perkuatan,” tandasnya.

Meski demikian, jembatan tersebut dinyatakan aman. Namun para pengguna jalan tetap diminta berhati-hati, terutama kendaraan berat agar tidak berhenti di tengah jembatan. “Kami berharap semua berjalan baik dan tidak terjadi kerusakan serius. Karena sekarang kondisinya rawan,” pungkasnya. (hil/ida)