Pemkot Diminta Segera Bentuk Satgas

326
SERAP ASPIRASI: Balon Wali Kota Semarang Soemarmo HS dan istrinya, Ny Hermin Soemarmo, saat meninjau kondisi pedagang yang menempati gedung parkir Pasar Johar kemarin. (ISTIMEWA)
SERAP ASPIRASI: Balon Wali Kota Semarang Soemarmo HS dan istrinya, Ny Hermin Soemarmo, saat meninjau kondisi pedagang yang menempati gedung parkir Pasar Johar kemarin. (ISTIMEWA)

KAUMAN – Bakal calon (balon) Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro berharap Pemkot Semarang segera melakukan percepatan pembangunan tempat penampungan sementara untuk pedagang Pasar Johar. Balon yang maju lewat Koalisi Partai Gerindra-PAN dan mendaftar di Koalisi Tugu Muda (PKS, Golkar dan Demokrat) ini, juga mengusulkan agar pemkot membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk membersihkan puing-puing bekas kebakaran Pasar Johar.
Pasca kebakaran Pasar Johar beberapa waktu lalu, hingga kini kondisinya masih memprihatinkan. Banyak puing-puing yang belum dibersihkan. Sementara hasil labfor dari pihak kepolisian juga telah keluar. Artinya, lokasi bekas kebakaran sudah bisa dibersihkan.

”Kondisi Pasar Johar harus segera dibenahi. Utamanya puing-puing bekas kebakaran. Seharusnya kalau penelitian labfor sudah selesai, pemkot bergerak membersihkan puing-puing di Pasar Johar,” ujar Soemarmo di sela kunjungannya ke Pasar Johar, kemarin (29/5).

Dia mengakui, untuk membersihkan sisa kebakaran memang bukan pekerjaan mudah, namun cukup berat. Selain itu aset milik pemkot juga harus diinventarisasi jangan sampai hilang saat proses pembersihan itu. Terkait dengan pembangunan pasar darurat semi permanen di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Soemarmo mendesak agar segera dilakukan.

Dalam pembersihan Pasar Johar, lanjut mantan Sekda Kota Semarang itu, pemkot harus membentuk satgas. Sebab, tidak bisa dilakukan oleh satu SKPD, seperti Dinas Pasar atau Dinas Kebersihan sendiri. ”Harus terpadu, agar bisa tertangani dengan optimal,” tandasnya.

Menurutnya, masih banyak yang harus dilakukan Pemkot Semarang, mulai dari pembersihan puing, pembangunan tempat penampungan sementara di kawasan MAJT, hingga merencanakan pembangunan Pasar Johar itu sendiri. ”Kalau tidak segera dilakukan, maka imbasnya yang terkena pedagang. Kasihan pedagangnya,” kata Soemarmo yang saat itu meninjau pedagang yang menempati gedung parkir Pasar Johar.

”Saya kira pembangunan pasar darurat itu super prioritas, jadi harus segera dilaksanakan. Pemkot tidak boleh leda-lede, menangani pembangunan pasar darurat ini, apalagi ada klausul aturan yang membolehkan pembangunan pasar darurat itu tidak harus melalui lelang, sehingga bisa dipercepat prosesnya,” tegas Soemarmo didampingi istrinya Ny Hermin Soemarmo.

Namun jika pemkot masih ragu dengan aturan tanpa lelang ini, mantan Sekda Kota Semarang ini memberi solusi. Salah satunya dengan melakukan konsultasi lebih dulu dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) serta muspida Kota Semarang, seperti aparat kejaksaan dan kepolisian. ”Dengan konsultasi ini diharapkan bisa menjadi solusi yang terbaik,” tandasnya.

Alfiah, 35, salah seorang pedagang berharap pemkot bisa memberi kelonggaran pedagang agar tetap bisa berjualan di gedung parkir Pasar Johar, setidaknya sampai proses pembangunan pasar jelas dan pasti. ”Khawatirnya kalau di MAJT sepi pembeli, karena angkutan yang menuju ke sana jarang. Kalau di sini (Johar) kan banyak angkutan yang mengakses,” ujarnya. (mha/aro/ce1)