Tingkat Kepatuhan Rendah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SOSIALISASI : Kepala KPP Pratama Batang, Haryo Abdulah Suryo Negoro, memberikan cinderamata usai sosialisasi di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis siang (28/5) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI : Kepala KPP Pratama Batang, Haryo Abdulah Suryo Negoro, memberikan cinderamata usai sosialisasi di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis siang (28/5) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Kesadaran warga dan badan usaha dalam membayar pajak di Kabupaten Batang, masih sangat rendah. Terbukti, dari Wajib Pajak (WP) yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang, tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan hanya 79 persen dan wajib pajak orang pribadi 43 persen.

Hal itu terungkap saat Kepala KPP Pratama Batang, Haryo Abdulah Suryo Negoro melakukan Sosialisasi Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis siang (28/5) kemarin.

“Rendahnya pembayaran pajak baik badan usaha dan pajak orang pribadi, lebih disebabkan karena kurangnya pemahaman administrasi pajak serta ketidaktahuan wajib pajak terhadap manfaat pajak yang telah disetorkan ke KPP,” katanya.

Teguh Samhudi, 42, pengusaha asal Kabupaten Batang mengungkapkan bahwa para wajib pajak, sebenarnya bukan tidak patuh membayar pajak. Namun sebagian besar memang tidak mengetahui cara membayar pajak, melalui pengisian Surat Pajak Tahunan (SPT). Sehingga tidak sedikit warga atau badan usaha, terlambat dalam pengisian SPT tersebut.

Menurutnya, KPP Pratama juga memberikan pelatihan cara membuat pelaporan keuangan yang benar, serta cara mengisi SPT yang sesuai dengan keinginan dari KPP Pratama Batang.

“Karyawan saya sering bolak-balik ke KPP, hanya karena salah pengisian SPT. Kemudian harus melengkapi berkas ini dan itu. Harusnya ada pelatihan cara pelaporan SPT serta pelaporan keuangan, sehingga warga atau badan usaha tahu persis, hak dan kewajibannya ketika membayar pajak,” ungkap Samhudi.

Haryo menambahkan bahwa target pendapatan pajak yang dibebankan KPP cukup menantang, mengingat tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah. Namun adanya kebijakan menghapus sanksi administrasi berupa bunga dan denda atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak, diharapkan akan mendorong wajib pajak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, menyampaikan SPT, membetulkan SPT serta melakukan pembayaran pajak.

“KPP tetap optimistis walau sampai dengan 15 Mei 2015 baru tercapai Rp 95 miliar dari target Rp 512,703 miliar yang dibebankan ke KPP,” kata Haryo. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -