Curi Batu Akik, Dimassa

396
BERUNTUNG: Seorang pencuri batu akik nyaris diamuk massa ketika aksinya tepergok. Pelaku pun langsung diamankan oleh paguyuban pedagang. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERUNTUNG: Seorang pencuri batu akik nyaris diamuk massa ketika aksinya tepergok. Pelaku pun langsung diamankan oleh paguyuban pedagang. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tren batu akik yang semakin melejit, memang mampu menarik minat orang untuk membelinya. Tapi tidak untuk pemuda yang satu ini. Kepincut dengan batu akik, Zulham, warga Purwakarta ini pun menghalalkan segala cara agar bisa memilikinya.

Hingga akhirnya Zulham harus menerima bogem bertubi-tubi dari massa saat aksi pencuriannya diketahui, Minggu (31/5). Beruntung pelaku berhasil diamankan oleh paguyuban setempat dan langsung digelandang ke pos polisi Dr Cipto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pemuda tersebut ketahuan mencuri batu akik berjenis pirus. Diketahui, pelaku merupakan penghuni di salah satu rumah kos di daerah Srondol. Ia nekat mencuri batu akik karena butuh uang untuk membayar utang. Rencananya batu tersebut akan dijual kembali.

Dari keterangan sementara, Zulham mengaku baru kali pertama melakukan aksi mencurinya di Pasar Dargo. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia beserta barang bukti yaitu sebuah batu akik diamankan di pos polisi unit Patko Dr Cipto Semarang. ”Baru kali ini mencuri. Itu pun terpaksa karena terlilit utang yang hari ini harus dibayar,” ucap Zulham sembari digelandang salah seorang anggota paguyuban PKL setempat.

Slamet, salah seorang saksi dari aksi pencurian yang dilakukan oleh Zulham menuturkan, kejadian semula saat Zulham berpura-pura membeli batu akik di sebuah lapak pedagang. Ia melihat-lihat beberapa batu yang hendak ia curi. ”Melihat penjual lengah karena meladeni pembeli lain yang saat itu ramai sekali, pemuda itu lantas mengantongi batu akik tersebut. Beruntung aksi tersebut diketahui oleh salah seorang warga yang berdiri persis di belakangnya. Sontak warga tersebut teriak,” tutur Slamet. (ewb/zal/ce1)