Dorong Masyarakat Desa Kembangkan Potensi Wisata

438
BERSALAMAN : Puluhan anak bersalaman usai khitanan masal dalam penutupan TMMD di Desa Lambur Kecamtn Kandangserang. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
BERSALAMAN : Puluhan anak bersalaman usai khitanan masal dalam penutupan TMMD di Desa Lambur Kecamtn Kandangserang. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I (Reguler 94 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah 2015, merupakan dorongan kepada masyarakat untuk membangun desa melalui potensi wisata. Seperti apa?

SUASANA berbeda terjadi dalam penutupan TMMD 2015 yang berlangsung di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang, kemarin. Penutupan yang biasa dilakukan dengan peresmian bangunan fisik seperti jalan dan lainnya diwarnai kegiatan lain. Seperti khitan yang diikuti 24 anak, nikah masal yang diikuti 6 pasangan serta pelaksanaan tes IVA yang diikuti 51 orang.

Danramil Kandangserang, Kapten Jahuri yang diwakili oleh Lettu Nurkhan memaparkan bahwa capaian TMMD dengan sasaran fisik berupa pengaspalan jalan desa sepanjang 1.800 meter dengan lebar 2,5 meter. Pengaspalan Jalan Sensit juga dilakukan dengan volume 300 meter dengan lebar 2,4 meter. Selain itu dilakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit dan Pos Kampling.

“Untuk pengaspalan jalan sensit merupakan over prestasi karena jika diborongkan memerlukan dana Rp 56 juta. Namun melalui program TMMD hanya memerlukan dana Rp 30.045.000. Ada penghematan Rp 25.995.000,” ungkapnya.

Nurkham mengatakan, selain meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat dengan pembangunan fisik tersebut tentunya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Hal itu dicapai lantaran kondisi jalan yang baik dapat memperlancar arus lalulintas. “Kami ingin mendorong semangat masyarakat dalam membangun desanya. Seperti potensi wisata yang ada di wilayah setempat,” jelasnya.

Dengan kondisi jalan yang baik, lanjutnya, semakin memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi Objek Wisata Watuireng yang berada di Desa Lambur. Sebab, kondisi jalan yang sebelumnya rusak, disinyalir menjadi kendala sepinya pengunjung di salah satau objek wisata kebanggan Kabupaten Pekalongan itu.

Bukan hanya bangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan penyuluhan kesadaran Bela Negara. Hal itu dilakukan untuk menangkal berbagai hal yang bisa menerobos ke masyarakat. Seperti paham radikal teroris dan ISIS serta bahaya penyalahgunaan Narkoba. “Termasuk penyuluhan terkait Kamtibmas dan undang-undang lalu lintas. Juga penanggulangan bencana alam serta sadar wisata,” ungkapnya.

Camat Kandangserang, Istiyanto mengatakan bahwa adanya pembangunan jalan menuju ke Objek Wisata Watu Ireng harus diimbangi peran aktif masyarakat. Di antaranya dengan kesadaran adanya potensi wisata di daerah yang berimbas dengan sikap dan perilaku masyarakat.

“Masyarakat sekitar juga harus mempunyai kesadaran adanya objek wisata Watu Ireng itu. Sehingga bisa menjadi pemicu perubahan sikap masyarakat. Terutama bagaimana menghadapi tamu atau pengunjung ke lokasi,” jelasnya.

Menurut Istiyanto, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan akan muncul multi player efek bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, setelah terpenuhinya akses jalan, sikap masyarakat menjadi penting untuk mendongkrak potensi wisata.

“Diperlukan sikap perilaku masyarakat agar semakin ramah dalam menghadapi para tamu. Karena hal itu menimbulkan kesan agar para wisatawan tidak kapok, bahkan terus bertambah,” tutur Istiyanto.

Bupati Pekalongan, Amat Antono menekankan, kegiatan TMMD di Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang diharapkan mampu membangun harapan masyarakat, semakin mengakrabkan antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka membangun bangsa dan negara. Sebab, pelosok-pelosok desa yang menjadi target dan sasaran TMMD dapat semakin baik dan tidak tertinggal jauh dengan desa-desa lain.

“Sebagaimana amanat Gubernur Ganjar Pranowo, beliau berterimakasih kepada semua pihak, utamanya kepada jajaran Kodam IV/Diponegoro, Polri dan masyarakat yang telah dengan penuh semangat membangun daerahnya,” kata dia.

Kehadiran TNI/Polri, lanjutnya, tidak semata-mata membangun desa melainkan sebagai sumber inspirasi meningkatkan kepekaan dan kepadulian sosial, mengembangkan komunikasi sosial serta semangat masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri. “Masyarakat juga harus ikut manjaga, memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan yang telah direalisasi melalui kegiatan TMMD ini,” timpalnya.

Dalam penutupan TMMD tersebut, bupati menyerahkan bantuan berupa empat kendaraan operasional roda dua kepada Koramil Kandangserang, Petungkriyono, Lebakbarang, dan Paninggaran. “Kami berharap bisa digunakan untuk mendukung tugas dalam upaya mengantisipasi ancaman negara maupun bencana alam, karena empat daerah itu rawan bencana alam,” pungkasnya. (hil/ida)