Hari Ini, Sidang Perdana Harini

323

MANYARAN – Hari ini (1/6), Harini Krisniati akan menjalani sidang perdana dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Semarang Pesona Asia (SPA) tahun 2007 di Pengadilan Tipikor Semarang. Dalam sidang beragendakan pembacaan dakwaan, Harini akan didakwa dengan 2 pasal sekaligus.

”Harini akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu juga dijerat Pasal 3 perundangan yang sama,” kata Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana melalui Kasi Tipidsus, Sutrisno Margi Utomo.

Dalam kasus ini, tersangka diduga korupsi dalam penyelenggaraan SPA dengan kerugian negara mencapai Rp 520,5 juta dari dana APBD 2007. Sebelumnya penyidik memperhitungkan kerugian awal hanya Rp 406 juta, namun jumlah ini bertambah di atas Rp 500 juta dan tidak menutup kemungkinan bisa naik atau turun besarnya dalam persidangan nantinya. ”Total kerugian tersebut diketahui dari 16 item bukti fiktif baik dari kesaksian maupun berkas berkas yang kami dapatkan dan dari bukti-bukti itu yang diyakini sebagai kerugian negara,” imbuhnya.

Sutrisno tidak menampik kemungkinan adanya tersangka lain. Akan tetapi hal ini menunggu pengembangan dari fakta-fakta dalam persidangan. ”Kita lihat saja di persidangan nanti. Kalau memang ada fakta baru untuk pengembangan kasus ini tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. Tapi kita jangan berandai-andai dulu,” sebut Sutrisno.

Sementara itu, Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo membenarkan, berkas perkara tersangka Harini telah tercatat dalam register nomor 69/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Smg. ”Ya betul jadwal sidang perdana akan dilaksanakan sekarang. Adapun majelis hakim di antaranya, Gatot Susanto selaku ketua didampingi hakim anggota Alimin R Sujono dan Kalimatul Jumro,” kata Heru singkat.

Seperti diketahui, Mantan Kepala BPKM-PB Kota Semarang itu dijadikan tersangka oleh Kejari Semarang sejak 6 Januari silam dan akhirnya ditahan pada 29 April setelah sebelumnya sempat tertunda karena yang bersangkutan dirawat akibat sakit di dua rumah sakit. Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum, Harini Krisniati di Pengadilan Negeri (PN) Semarang juga dinyatakan gugur karena berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang lebih dulu. (bj/zal/ce1)