Nur Kasiyan Jatah Pemandu Karaoke Rp 61 Juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Setelah divonis majelis hakim dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atas kasus dugaan korupsi pengadaan logistik 2012 senilai Rp 193 juta, Nur Kasiyan, mantan Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, akan kembali menghadapi persidangan, Kamis (4/6) mendatang.

Nur Kasiyan menjalani kembali menjalani persidangan atas perkara dugaan korupsi dana hibah bencana alam dari Tohir Foundation Jakarta sebesar Rp 190 juta dan dana bantuan Gubernur Jateng sebesar Rp 456 juta dengan agenda keterangan saksi.

”Pak Alimin R. Sujono (Ketua Majelis Hakim) sedang mengikuti pelatihan di Bandung, kalau Ketua Majelis tidak bisa diwakili, kalau Hakim Anggota bisa diwakili. Maka hakim majelis sepakat menunda sidang pada, Kamis 4 Juni 2015,” kata pimpinan hakim sementara, Gatot Susanto.

Terdakwa, Nur Kasiyan tanpa didampingi Penasihat Hukumnya langsung menyatakan bersedia. ”Baik Yang Mulia, tidak apa-apa, kami memahami,” kata Nur Kasiyan usai jalani sidang putusan kasus pertamanya.

Dalam sidang keterangan saksi sebelumnya, yakni seorang PK (Pemandu Karaoke) berinisial SG alias Maya mengaku kerap menemani terdakwa Nur Kasiyan bernyanyi selama dua bulan. Tepatnya sejak Januari-Maret 2014. ”Saya sering diajak menemani bernyanyi,” kata Maya di hadapan majelis hakim yang diketuai Alimin R. Sujono.

Selama akrab dengan terdakwa, Maya mengaku diberi uang sebesar Rp 61 juta. Uang diberikan dalam bentuk transfer ke rekening yang bersangkutan. ”Uang itu saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk bayar anak saya sekolah,” sebut Maya.
Seperti diketahui, kasus terungkap saat terjadi bencana longsor di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, Januari 2014 lalu. Atas hal itu, Pemkab Kudus lewat BPBD mendapatkan bantuan dana dari Erick Tohir Foudation dan Pemprov Jateng. Tapi bantuan itu tak juga diterima.

Dalam kasus kedua ini, Nur Kasiyan telah dilaporkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Jumadi. Dana hibah bantuan bencana Thohir Foundation diberikan pada April 2014. Pencairan dana dilakukan secara sepihak oleh Nur Kasiyan selaku bendahara sebesar Rp 190 juta.

Dana yang seharusnya untuk bantuan korban bencana alam ternyata dicairkan lalu ditransfer ke rekening pribadinya. Sementara bantuan dari gubernur senilai Rp 456 juta dalam bentuk cek juga dicairkan namun tanpa sepengetahuan Kalakhar BPBD. Tidak ada kejelasan dalam penggunaan dana tersebut sehingga Nur Kasiyan akhirnya dilaporkan ke kepolisian. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -