Seluruh PT Perlu Diperiksa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

”Perlu juga tiap PT dilakukan pemeriksaan, apakah ada praktik-praktik jual beli ijazah di lingkungan kampusnya.”
Rektor Unnes
Fathur Rohkman

SEKARAN – Fenomena ijazah palsu yang kini banyak diungkap, memberikan dampak tersendiri bagi perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta. Perlu adanya pengungkapan secara menyeluruh.

”Perlu juga tiap PT dilakukan pemeriksaan, apakah ada praktik-praktik jual beli ijazah di lingkungan kampusnya. Di Indonesia ada sekitar 2.800 PT kalau tidak salah, dan ini pelu diungkap semuanya,” ujar praktisi pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman, Minggu (31/5).

Dikatakan Fathur, dengan adanya kejadian tersebut masyarakat juga semakin selektif memilih perguruan tinggi mana yang akan dimasuki untuk kuliah. Rektor Unnes ini juga mengaku prihatin dengan praktik jual beli ijazah palsu yang kini diketahui marak beredar. Baginya, jual beli ijazah palsu tersebut merupakan bentuk kecurangan serius. ”Bagaimana bisa? Tanpa kualifikasi yang benar, seperti mengikuti perkuliahan sesuai dengan standar, namun sudah bisa memiliki ijazah di tangan. Itu sungguh tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut dia, harus serius melakukan pengungkapan melalui lembaga penegak hukum dan lembaga lainnya. Tak hanya di lingkungan PT yang diperiksa, namun di semua instansi seperti instansi pemerintahan, DPR maupun DPRD perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. ”Untuk lingkungan PT, jika ada yang terbukti main-main (jual beli ijazah palsu) harus diberi sanksi tegas, ditutup. Dan bagi pengguna atau pembeli ijazah tersebut, jika dimanfaatkan demi kepengangkatan jabatannya, misal dia seorang pegawai negeri sipil (PNS), juga harus disanksi tegas. Pengangkatan yang sudah dilaksanakan harus dibatalkan jika terbukti ijazahnya palsu. Tak hanya di situ, harus diberi sanksi administratif lainnya, agar ada efek jera,” tegasnya, sembari menambahkan, di Unnes memberlakukan sistem sedemikian rupa sehingga setiap ijazah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan. (ewb/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -