Sistem Offline Mudahkan Pendaftaran Calon

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Joko Purnomo. (Radar semarang files)
Joko Purnomo. (Radar semarang files)

SEMARANG – Salah satu hal yang membedakan antara Pilkada 2015 dan pilkada-pilkada sebelumnya adalah adanya sistem komputerisasi offline dalam proses pendaftaran. Sistem ini menggunakan aplikasi khusus yang dapat digunakan untuk calon kepala daerah baik dari partai politik maupun perseorangan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo. Menurutnya, melalui aplikasi tersebut dapat secara otomatis menghitung kecukupan perolehan kursi atau suara sah bagi calon yang diusung parpol. Sementara bagi calon perorangan dapat mendeteksi apakah ada masyarakat yang dua kali mendukung pasangan calon yang sama.

”Kemarin kami baru saja mendapatkan bimbingan teknis dari KPU pusat karena memang yang buat aplikasi tersebut dari sana. Saat ini telah didistribusikan ke masing-masing daerah yang bakal menyelenggarakan pilkada,” ungkap Joko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kendati menggunakan aplikasi khusus, lanjut Joko, baik calon dari parpol maupun perseorangan tetap harus datang pada saat pendaftaran. Pasalnya, tidak semua berkas dikirim dalam bentuk soft copy. Akan tetapi juga dibutuhkan hard copy seperti fotokopi ijazah yang dilegalisir. ”Mereka kan harus tanda tangan juga. Operatornya telah ada dan akan dilatih lagi nanti sekalian untuk pemutakhiran data,” terangnya.

Joko menambahkan, proses pendaftaran calon kepada daerah dari jalur independen atau perseorangan akan dibuka pada 11 Juni 2015 mendatang. Sementara untuk calon dari parpol atau gabungan parpol baru akan dilaksanakan pada 26-28 Juli 2015 mendatang. Satu bulan berikutnya akan dilakukan penelitian administrasi dan penelitian faktual. ”Pada pendaftaran ini calon kepala daerah diberi kesempatan satu kali untuk melakukan perbaikan jika syarat-syaratnya belum memenuhi. Setelah itu, pendaftaran tidak akan diterima,” tandas Joko. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -