Wayang Kulit untuk Peringati Harlah Pancasila

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Bambang Husodo menggelar pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon ”Antasena Ratu” Sabtu (30/5) malam, di Perum BPI Blok J-27 Purwoyoso Ngaliyan Semarang yang juga kediaman Bakal Calon Wali Kota Semarang yang melamar lewat PDIP tersebut. Acara budaya tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Bambang mengatakan, pertunjukan wayang ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat dalam mengingat kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Mengingat belakangan ini Pancasila semakin luntur, bahkan sudah banyak yang melupakannya.

”Pancasila itu bukan masa lalu, tapi terus up to date yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa. Melalui wayang ini kita ingin mengingat dan menumbuhkembangkan lagi semangat Pancasila,” ujar Bambang Husodo.

Wayang kulit yang akan mendatangkan dalang Ki Ruspadi Guno Carito ini dipilih semata-mata untuk melestarikan budaya lokal. ”Nanti di acara itu juga dijelaskan mengapa Pancasila ada di Indonesia, dan mengapa Soekarno diberi kepercayaan untuk melahirkan Pancasila,” terangnya.

Bambang menuturkan, kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk kali ini merupakan tahun ke-11 yang sudah dilakukannya. ”Saya hanya bisa memperingatinya tiap tahun, syukur-syukur dengan acara ini masyarakat bisa mengenal Pancasila dengan lebih baik,” imbuhnya.

Sebagai anak bangsa, lanjutnya, dirinya hanya bisa meneruskan Pancasila dan tidak perlu mencari-cari ideologi baru bagi bangsa. ”Kenapa harus malu meneruskan Pancasila, kalau memang itu sudah tepat untuk bangsa kita,” lanjutnya.

Adapaun lakon ”Antasena Ratu” dipilih guna membangkitkan semangat anak muda dalam turut serta membangun bangsa. Dalam dunia pewayangan, Antasena dikenal sebagai figur pemuda yang memiliki karakter tidak ambisius, bisa menempatkan diri, dan patuh dengan leluhurnya. ”Sekarang ini kan pemerintah banyak dipegang oleh anak-anak muda, usia 50-an saja terbilang masih muda,” tegasnya. (smu/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -