Bantah Ada Beras Plastik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERAS ASLI: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin menunjukkan sampel beras yang direndam di dalam air. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAS ASLI: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin menunjukkan sampel beras yang direndam di dalam air. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Tak ingin membuat resah warga, cepat-cepat aparat Polrestabes Semarang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Dinas Pertanian serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang membantah adanya beras plastik. Mereka menegaskan tidak ada beras plastik yang beredar di Kota Semarang. Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya dugaan beras plastik oleh Ngatemi, 46, warga Jalan Gedongsongo Barat RT 1 RW 2, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Minggu (31/5) lalu. ”Hasil uji manual terhadap sampel beras, yakni jenis C4 dan Matahari kami nyatakan tidak terbukti palsu. Artinya, ini beras asli, bukan beras plastik,” tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Senin (1/6).

Kapolrestabes sendiri kemarin sempat melakukan uji manual sisa beras milik Ngatemi tersebut bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang Nurjanah, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana dan Kepala Bidang Pengujian Pangan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang, Edelrudis Rukmini.

Uji manual itu sekaligus menjawab temuan beras milik Ngatemi yang sempat menggemparkan publik. ”Kami ambil sampel beras langsung dari lokasi kejadian untuk dilakukan penelitian secara tradisional. Termasuk sudah menelusuri dari tempat Bu Ngatemi membeli beras tersebut,” terang Burhanudin.

Kali pertama, penelitian manual itu dilakukan dengan cara memasukkan beras tersebut ke dalam toples berisi air. ”Kita semua telah menyaksikan beras ini mengendap semua di dasar air. Jika beras tersebut terindikasi plastik, maka akan mengambang. Tidak ada yang mengambang,” jelasnya.

Untuk lebih meyakinkan, penelitian manual dilanjutkan dengan uji tahap dua, yakni goreng sangrai. Beras tersebut digoreng tanpa minyak goreng menggunakan wajan yang terpasang di atas kompor gas. ”Hasilnya, beras ini tidak ada yang meleleh. Uji tahap pertama dan tahap dua ini merupakan pembuktian tradisional yang membuktikan bahwa beras ini asli. Tidak ada beras plastik. Ini fakta, kami tidak membuat-buat,” tegas Burhanudin.

Tidak hanya itu, Burhanudin juga mengirim sampel beras merek C4 dan Matahari tersebut ke Balai POM Semarang untuk dilakukan uji laboratorium. ”Masyarakat tidak perlu khawatir. Di Semarang tidak ada peredaran beras plastik. Jika ada hal-hal yang mencurigakan, masyarakat jangan sungkan-sungkan melaporkan ke pihak terkait,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang Nurjanah yang juga turut menyaksikan pembuktian manual tersebut mengatakan, pihaknya setiap hari terjun langsung ke pasar-pasar untuk memantau distribusi beras di Kota Semarang. ”Kami terus memantau. Setiap hari kami lakukan cek ke agen-agen beras di pasar-pasar. Sejauh ini tidak ada beras plastik,” ujar Nurjanah.

Kepala Bidang Pengujian Pangan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang, Edelrudis Rukmini, mengatakan, pihaknya menerima sampel beras dari Polrestabes Semarang untuk dilakukan uji laboratorium. ”Secepatnya hasilnya bisa diketahui. Kira-kira butuh satu minggu,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto menjelaskan, munculnya kecurigaan terkait isu beras plastik tersebut, berasal dari kerak atau tajin di permukaan nasi yang dimasak oleh warga tersebut. ”Kerak tajin itu menyerupai plastik. Mereka latah karena belakangan ada isu beras plastik,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ngatemi, 46, warga Jalan Gedongsongo Barat RT 1 RW 2, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Minggu (31/5), mendapati nasi yang telah dimasak hasilnya tidak seperti biasanya. Selain lembek, nasi tersebut terdapat potongan-potongan kecil mirip plastik. Karena curiga yang dimasak tersebut beras plastik, ia lantas memberitahu suaminya, Susanto, 47, dan para tetangga.

Alhasil, kejadian itu pun menggemparkan warga hingga terdengar polisi. Hari itu juga sejumlah petugas Unit Tipiter Polrestabes Semarang mendatangi rumah Ngatemi. Polisi mengambil sampel beras dan meminta keterangan Ngatemi, serta pemilik kios pengecer beras, Marta. Saat diinterogasi petugas, Marta mengaku kulakan beras tersebut dari agen beras Toko Makmur di Pasar Karangayu Semarang. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -