Kejari Periksa Juru Masak Persibat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERI DUKUNGAN : Kejari Batang menerima dukungan dari para tokoh masyarakat Joglo Pasekaran yang diketuai Agus Condro, untuk menuntaskan dugaan korupsi Persibat tahun 2014. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI DUKUNGAN : Kejari Batang menerima dukungan dari para tokoh masyarakat Joglo Pasekaran yang diketuai Agus Condro, untuk menuntaskan dugaan korupsi Persibat tahun 2014. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Setelah memeriksa 11 orang pengurus Persatuan Sepak Bola Batang (Persibat) dan seorang anggota DPRD Kabupaten Batang yang aktif, giliran juru masak Persibat yang diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Senin siang (1/6) kemarin. Hal itu dilakukan, lantaran pengeluaran Persibat untuk konsumsi nilainya di atas Rp 300 juta untuk satu Kompetisi Divisi Utama selama tahun 2014.

Kasie Pidsus Kejari Batang, Rohmadi, mengungkapkan bahwa Kejari sudah memanggil DN, selaku juru masak di Persibat. DN sendiri telah mencatat semua pengeluaran untuk belanja, uang yang diterimanya dari Bendahara Persibat. Pembukuan tersebut tercatat rapi, baik tanggal penggunaan dan dilampiri dengan nota. Bahkan untuk uang kembalian pun, ada bukti tanda terima dari Bendahara Persibat.

“Yang menjadi persoalan pada Persibat adalah uang bantuan belum diterima. Pengeluaran untuk kegiatan kompetisi sudah ada. Namun, ketika uang bantuan cair, utang tersebut lama tidak dibayarkan. Intinya Persibat secara administrasi menyalahi aturan. Itu kesimpulannya saat ini,” ungkap Rohmadi.

Rohmadi juga mengatakan bahwa hingga saat ini pihak Kejari masih terus memeriksa semua personel yang terlibat dalam Persibat, termasuk para pemain selaku penerima honor. “Untuk temuan lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Rohmadi.

Sementara itu, dukungan terhadap Kejari Batang dalam menuntaskan dugaan penyalahgunakan uang bantuan APBD tahun 2014 sebesar Rp 3,1 miliar terus mengalir. Termasuk dukungan dari tokoh masyarakat Kabupaten Batang yang tergabung dalam Joglo Pasekaran yang diketuai Agus Condro. Mereka mendorong agar Kejari berani menuntaskan dugaan korupsi pada Persibat. “Kedatangan kami hanya memberikan dukungan pada Kejari agar menuntaskan semua kasus, tidak hanya kasus Persibat,” tegas Agus Chondro. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -