Lima Pelaku Judi Togel dan Ceki Diringkus

442
TAK BERKUTIK: Para pelaku tidak bisa berkutik ketika Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mencecar sejumlah pertanyaan dan menunjukkan barang bukti. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK BERKUTIK: Para pelaku tidak bisa berkutik ketika Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mencecar sejumlah pertanyaan dan menunjukkan barang bukti. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BARUSARI – Tak perlu coba-coba memeriahkan acara hajatan di tempat tetangga dengan menghelat kegiatan judi. Bisa-bisa Anda berujung mendekam di sel tahanan. Seperti halnya yang dilakukan dua tersangka, SM, 42, warga Dukuh Wonorejo Kelurahan Pesantren, Mijen, Kota Semarang, dan SP, 61, warga Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang.

Keduanya bermaksud memeriahkan acara hajatan khitanan di rumah warga di Dukuh Wonorejo Pesantren Mijen, Kota Semarang, dengan menggelar judi ceki pada Minggu (31/5) lalu. Namun celaka, kegiatan judi tersebut malah digerebek oleh tim jajaran Polrestabes Semarang.

Mereka ditangkap sekitar pukul 00.15 saat sedang asyik main judi kartu jenis ceki bersama teman-temannya. Dua tersangka ditangkap, sedangkan dua lainnya berhasil kabur. ”Kami hanya iseng main kartu di tempat hajatan khitanan di rumah warga. Tujuannya ya hanya agar betah melek aja,” ujar tersangka SM, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (1/6).

Penangkapan tersebut, tim kepolisian menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu set kartu ceki dan uang Rp 40 ribu. ”Ini baru pertama kali,” ujarnya.

Tidak hanya itu, di tempat terpisah, tim jajaran Polrestabes Semarang juga menangkap tersangka dalam praktik perjudian toto gelap (togel). Tersangka adalah AM, 39, warga Sendangguwo, Tembalang, ditangkap Sabtu (23/5), pukul 21.00.

Begitu pun seorang warga SV, 38, warga Mangkang Kulon Tugu, Kota Semarang, ditangkap pada tanggal 25 Mei 2015 sekitar pukul 21.30, di konter handphone di daerah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. ”Hanya iseng saja untuk mencari penghasilan tambahan,” kata SV.

Sementara tersangka SJ, 56, warga Ngadirgo Mijen Kota Semarang, ditangkap di Kampung Panji Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sabtu (30/5) pukul 23.00. Aparat menyita barang bukti uang Rp 330.000 beserta seperangkat kertas rekapan judi togel Hongkong.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, pihaknya tidak akan menolerir praktik perjudian— apapun jenisnya, di Kota Semarang. ”Ini kegiatan rutin untuk memberantas praktik perjudian di wilayah hukum Kota Semarang. Apa pun jenis praktik perjudian sangat meresahkan masyarakat. Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadan,” katanya.

Dalam praktik perjudian yang ditindak, paling banyak jenis judi togel. Modus yang digunakan, para tersangka mendirikan konter dan menjual judi Hongkong. Pemasang taruhan Rp 1.000, jika dipasang 2 angka dan cocok, maka pemasang tersebut mendapatkan hadiah Rp 60 ribu. Jika memasang 3 angka, dan cocok, maka mendapatkan uang Rp 350 ribu, dan pemasang 4 angka jika cocok mendapatkan Rp 2,5 juta. ”Kami akan terus melakukan giat pemberantasan praktik perjudian,” imbuhnya.

Para tersangka saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Mereka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 10 tahun penjara. (amu/zal/ce1)