Nilai dan Dasar Negara Mulai Dilupakan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Fadholi. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
Fadholi. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

PABELAN—Anggota komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Fadholi mengatakan perlunya sosialisasi nilai dasar dan simbol-simbol negara kepada masyarakat di desa-desa pinggiran di seluruh Indonesia. Hal didasari atas penemuannya di lapangan, bahwa banyak masyarakat yang tidak tahu dengan simbol-simbol Negara.

“Lima sila Pancasila saja banyak yang lupa. Apalagi lagu-lagu nasional. Jelas lebih banyak lagi. Ironisnya, jika orang tuanya saja tidak hafal, jelas pendidikan tentang nasionalisme kepada anak-anakpun minim,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini di rumahnya Pabelan.

Menurutnya, sosialisasi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat tidak bisa dituntut untuk belajar sendiri tanpa dorongan dari pemerintah tentang pengenalan simbol-simbol Negara. Pasalnya, bagi masyarakat yang terpenting adalah bagaimana bisa menghidupi keluarganya. “Jadi dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah pemerintah dan saya sebagai anggota MPR,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, degradasi moral seperti ini harus segera ditangani, agar nanti tidak timbul pikiran bahwa simbol Negara dan nilai dasar Pancasila tidak penting dan dilupakan masyarakat.

“Dari sila pertama sampai kelima Pancasila perlu diaplikasikan dalam kehiduppan sehari. Seperti sila pertama ketuhanan yang maha esa. Aplikasinya adalah, setiap petani ketika akan membajak sawah perlu menyebut nama Tuhan supaya lancar. Karena masyarakat beragama,” tuturnya.

Juga diharapkan sosialisasi nanti memberikan pengetahuan tentang nilai dasar Negara dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini, nilai dasar Negara cuma pada tataran hafalan dan ucapan, aplikasinya sangat minim. “Kami berharap, seluruh anggota MPR mempunyai pikiran yang sama. Sehingga bisa meninjau langsung kondisi masyarakat tentang nilai dasar negara,” pungkasnya. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -