Pabrik Pengolah Lemak Terbakar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA-Musibah kebakaran terjadi di rumah sekaligus tempa usaha milik Munif Rosadi yang berada di Jalan Patimura Nomor 113 Domas Sidorejo, Minggu (31/5) petang kemarin. Kebakaran di rumah usaha yang digunakan untuk mengolah minyak goreng hewani atau lemak, diduga disebabkan sambaran api dari kompor. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 32 juta.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, kebakaran tersebut pertamakali diketahui Puryamti Handayani, penjual susu jahe yang berada di depan lokasi kejadian. Sekitar pukul 17.30, Yani mengaku melihat kobaran api di atap rumah usaha milik Munif. Penjual susu segar itu melihat ada cahaya terang dari rumah korban yang dibarengi dengan bunyi letusan kecil. Ia lantas memberitahu warga sekitar yang kemudian datang dan mendobrak pintu, ternyata api sudah membesar.

Beruntung, dua unit pemadam kebakaran dan petugas dari Polsek Sidorejo dibantu warga sigap memadamkan api yang sudah merambat ke genting rumah. Api berhasil dipadamkan dan tidak sempat merambat ke rumah warga lainnya.

Sementara pemilik rumah usaha, Munif mengatakan api berasal dari kompor gas yang ia gunakan untuk mengolah minyak hewani. Munif mengaku lalai karena lupa mematikan kompor sehingga api kemudian membesar. Api sebenarnya sempat dipadamkan dengan pasir namun terus membesar.
“Saya lupa mematikan api karena mau salat magrib. Kompor itu biasa saya gunakan untuk mengolah bahan minyak hewani. Sebenarnya saya dan warga sudah berusaha mematikan sumber api, namun api terus membesar,” terangnya.

Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri yang berada di lokasi mengatakan sumber api berasal dari kompor milik korban yang digunakan untuk mengolah minyak. “Akibat kejadian ini, kerugian mencapai Rp 32 juta meliputi bangunan Rp 20 juta dan alat serta bahan mengolah minyak Rp12 juta,” terangnya. (sas/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -