25 Persen ABH, Kasus Pencabulan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

GELAR PERKARA : Dua tersangka kasus pencabulan saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (1/6) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Dua tersangka kasus pencabulan saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (1/6) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Pergaulan remaja yang kian memprihatinkan, harus membuat para orang tua waspada. Sebab, Kabupaten Pekalongan merupakan wilayah dengan angka Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang tergolong tinggi.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi mengatakan bahwa pergaulan remaja telah mengarah kepada tindak kriminalitas. Hal itulah yang membuat Kompolnas melakukan survei ke wilayah Kota Santri, beberapa waktu lalu. “Dari semua kasus yang melibatkan anak, sebanyak 25 persen merupakan kasus pencabulan,” ungkapnya, usai gelar perkara kasus pencabulan, Senin (1/6) kemarin.

Indra memaparkan, pada minggu terakhir bulan Mei, terdapat dua kasus pencabulan anak dan melarikan wanita belum dewasa yang ditangani pihaknya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Korbannya anak di bawah umur. Tersangkanya ada yang masih di bawah umur, ada yang pria dewasa,” timpalnya.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Berry ST memaparkan, kasus yang terjadi pada Jum’at (29/5) lalu, menimpa RAS, 15, warga Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen. Kejadian bejat di hutan karet Dusun Sadang Desa Linggoasri Kecamatan Kajen itu melibatkan dua tersangka. Yakni seorang pemuda berinisial FF, 18, dan pria dewasa TS, 30, warga Kecamatan Kajen. “Tersangka FF berhasil kami tangkap. Sedangkan TS masih kami lakukan pengejaran,” kata Berry.

Menurut keterangan tersangka, korban dibujuk agar mau disetubuhi dengan dalih hendak dipinjami uang. Namun, sesampainya di lokasi, korban berhasil berontak dan melarikan diri.

Kasus lain menimpa seorang pelajar, SKP, 16, warga Desa Kaibahan Kecamatan Kesesi. Pencabulan itu terjadi di rumah tersangka, AO, 17, warga Desa Krandon Kecamatan Kesesi, Rabu (27/5) lalu. “Dalam kasus itu, korban dicekoki minuman keras, setelah korban tidak sadarkan diri, kemudian dicabuli,” kata Berry. Para tersangla serta sejumlah barang bukti, kini diamankan di Mapolres Pekalongan. (hil/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -