Dirawat Kakek, Lumpuh dan Buta Tanpa Sebab Jelas

556
Siti Mualifah, Atlet Potensial Takraw Salatiga Yang Kini Berjuang Melawan Penyakit
Siti Mualifah, Atlet Potensial Takraw Salatiga Yang Kini Berjuang Melawan Penyakit

Impian menjulang dari prestasi olahraga yang dimiliki Siti Mualifah, 18, sepertinya harus sirna. Betapa tidak, ia mengalami lumpuh dan buta akibat sakit yang dialami sejak delapan bulan terakhir. Parahnya, hingga kini belum diketahui penyebab penyakit yang dideritanya tersebut.

Dhinar Sasongko, Salatiga

KECERIAAN Siti Mualifah, siswi SMK 3 Salatiga mendadak hilang. Padahal, sebelumnya gadis yang akrab disapa Alif ini merupakan atlet sepak takraw kota Salatiga sejak masih SD. Prestasi yang diraih antara lain juara III Popda Propinsi Jateng, kemudian juara III di Karesidenan bahkan pernah ikut kontes Cheerleader tingkat nasional.

Namun semua itu prestasi itu harus berhenti jika melihat kondisi Alif sekarang. Sudah delapan bulan ini, gadis yang tinggal di RT 03 RW 04, Kalilondo, Sidorejo Kidul, Tingkir terbaring lemas di kasur sederhana rumahnya. Tanpa diketahui sebabnya, gadis imut ini kini kehilangan penglihatan dan lumpuh. Tubuhnya kurus kering. Rumah yang ditinggali berdua dengan kakeknya sangat sederhana. Semua dinding terbuat dari batako.

“Kejadian berawal 24 Oktober silam, saat pulang sekolah Alif diikuti seseorang dan kemudian baju seragamnya diminta hingga dikembalikan,” kata kakek Alif, Rohmat, 65,yang setia merawat korban selama ini.

Entah ada sangkut pautnya atau tidak, selang sehari, kondisi Alif mulai bermasalah. Awalnya perutnya terasa sakit dan kemudian menjalar ke kakinya. Makin lama kondisinya semakin memburuk dan akhirnya ia tidak bisa berjalan. Kondisinya masih diperburuk dengan penglihatan yang memudar dan akhirnya buta sama sekali. “Karena terlalu lama berbaring, akhirnya muncul luka dan infeksi di punggungnya. Hingga akhirnya sampai tiga kali dirawat di RSU untuk dioperasi guna membersihkan infeksinya,” terang Rohmat, yang kini sudah tidak bisa bekerja karena harus menunggu sang cucu.

Ia menambahkan, Rohmiyati, ibu Alif kini tinggal di Malaysia dan membangun keluarga dengan pria Malaysia. Padahal, sangat diharapkan untuk bisa pulang dan menemani Alif untuk berjuang meraih kembali kesehatannya.

Sementara Alif saat ditanya mengaku sangat ingin sembuh. Ia ingin bisa kembali sehat dan bisa mengembangkan bakatnya dalam dunia olahraga yang sudah dijalani sejak kecil. “Saya ingin sembuh dan biar kembali bermain bersama teman – teman,” tutur Alif. Ia merasakan sekujur badannya sakit dan tidak bisa bergerak. Menurut dokter, yang dibutuhkan saat ini adalah kasur elektrik yang bisa mengurangi infeksi yang ada di punggungnya. (*/fth)